Apa kabar, Netizen?

Uhuk, maksudku untuk hatimu di 73 tahun merdekanya Indonesia. Jomblo, ya? Sudah merdeka belum, nih? Tenang, kalem-kalem aku cuma bertanya, kok.

Emang yang bertanya sudah merdeka?! Kok masih sendiri? Kok masih jomblo?!

*Benerin kerah baju* Begini para generasi milenial. Kita lihat arti dari kata merdeka terlebih dahulu, ya. Menurut KBBI, merdeka berarti: bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri. Nah, perlu digaris bawahi berdiri sendiri. Jadi, aku sudah merdeka, dong. Hahaha *ketawa puas*. Bukan berarti yang sudah nikah, mempunyai kekasih halal bukan manusia yang gak merdeka ya, sama sekali bukan. Mereka sudah terikat dalam satu akad pernikahan, jadi sudah menjadi satu. Iya, hati mereka bersatu, eaaaa.

Tulisan ini aku tujukan padamu, iya kamu. Kamu yang setiap hari berharap ucapan, “Selamat pagi, Sayang” dari WhatsApp, atau sebuah pengingat, “Jangan lupa makan ya, Honey.” Masalahnya WhatsApp-mu gak menunjukkan notifikasi datangnya perhatian dari dia, ujung-ujungnya apa? KECEWA, deh.

Kamu, iya masih dengan kamu. Gak bosan kah hampir setiap saat kamu stalking akun sosial medianya si mantan? Sibuk mengamati aktivitasnya, sedangkan kamu hanya melihat dari balik layar gadget dengan penuh sesal. Buat apa?

Kamu mengikat, menggantungkan hatimu pada manusia yang belum seutuhnya kamu miliki, bahkan dia yang sudah melepaskan perasaanmu. Buang-buang waktu. Gimana mau merdeka kalau gitu?

Arti merdeka selain yang tertulis di atas, masih ada arti yang lain: tidak terkena atau lepas dari tuntutan. Jadi teringat semasa aku masih jahiliyah (bodoh), saat itu aku terjebak dalam dunia merah jambu, ya kamu tahu lah. Nah, saat itu banyak sekali tuntutan-tuntutan darinya yang harus dipenuhi, ‘Aku gak suka kamu bercanda sama dia.’, ‘Aku mau kamu posting foto kita.’, ‘Aku mau … aku mau kamu …!’

Jujur aja deh, aktivitas kalian yang belum SAH itu banyak tuntutannya, kan? Ah, gak merdeka dong hatinya, hihihi.

Emang sudah berapa lama sendiri?

Duh! Lamaaaaaa, sejak tahun 2013 hitung sendiri ya sudah berapa tahun. Jika kamu juga single alias jomblo? Justru itu awal dari kemerdekaan hatimu. Gak usah sedih, apalagi galau, atau merasa menjadi manusia paling hina di dunia. Ada Allah Sang Maha Penuh Kasih, loh. Kita buka kamus lagi, ternyata masih ada poin terakhir dari arti merdeka itu sendiri, yaitu: tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa.

Nah! Berdiri sendiri, iya. Lepas dari tuntutan, iya. Manusia single itu sebenarnya kuat loh, karena gak bergantung kepada orang lain. Terkadang adanya pertanyaan, “Di mana pacarnya?” atau “Kapan nikah?” itulah yang membuat para jomblo yang mentalnya belum sekuat baja merasa ngenes. Ups.

Berikut ini tips untuk kalian yang masih pemula agar menjadi jomblo yang merdeka, simak ya.

Niat yang kuat.

Niat di sini, kalian harus benar-benar siap untuk sendiri, ya bakal gak ada lagi ngingetin makan, ngucapin selamat bobo, mimpi indah, ya atau menuntut ini dan itu. Serius, itu hanya buang-buang waktu. Halah, makan ya tinggal makan. Ribet, ah.

Kembangkan bakat

Mumpung masih muda, nih, asahlah kemampuanmu. Raih prestasi dengan beraktivitas yang positif, beri hadiah kepada mamah dan papah dengan prestasi, buat mereka bangga. Daripada menghabiskan waktu mojok berduaan, di bawah jembatan layang pula. Ingat, berdua-duaan bakal ada yang pihak ketiga yang hadir, yakni setan. Itulah kenapa banyaknya anak perempuan yang hamil di luar nikah. *Hiks, naudzubillah.*

Ikuti komunitas baik

Emang ada komunitas buruk? Ada, banyak. Jadi, kita sebagai kaum jomblo ya harus elit juga dalam memilih komunitas, sudah jomblo, haus kasih sayang eh, ditemukan tewas karena overdosis, kan miris sekali hidupmu, Nak.

Karena dari mengikuti komunitas yang baik, hidup kita akan lebih terarah, dan memperluas kekeluargaan. Untuk kalian yang gemar memotret, bisa gabung di Komunutas Fotografi, yang suka nulis bisa gabung di Komunitas Temu Penulis Yogya, eaaaa. Ya, siapa tahu ada jodohmu kan di komunitas yang kamu ikuti, pastinya komunitas yang baik, ya.

Buang pemberian mantan

Eh, ralat, daripada dibuang, kan sayang. Sedekahin saja, atau jual-jual, dah. Cara ini terkadang perlu dilakukan, supaya gak mudah baper (bawa perasaan) gitu pas lihat ada barang dari dia di kamar, terus teringat proses pemberian-pemberian darinya, terus memutar lagu galau, terus nangis, deh. Kapan mau merdekanya kalau gini?! Move on, dong.

Sudah, ya. Dari aku pribadi hanya bisa kasih empat tips di atas. Awalnya terasa berat memang untuk mengambil prinsip single sampai bertemu dengan namanya ‘jodoh’. Tapi, percayalah jika kita sibuk memperbaiki diri, maka akan ada pasangan yang baik, hadiah dari Allah untuk kita.

Sekali lagi, bukan berarti yang sudah nikah, yang sudah menikmati indahnya berumah tangga bukan manusia yang gak merdeka. Bukankah tujuan dari jomblo adalah pernikahan? Nah, itu berarti kalian sudah merdeka dari kata jomblo. Haha.

Ah, maklumin saja, lah. Ini caraku untuk menyemangati para jomblowan dan jomblowati di luar sana. Ada baiknya, doakan kami supaya tetap istiqamah menjalani ke-jomblo-an ini sampai waktu yang tepat untuk menggantinya menjadi status seorang suami dan istri.

Teriak yang kenceng, Jomb … AAMIIN!

Terus, aku harus gimana?

Jawabannya ada pada hatimu sendiri, mau merdeka atau bertahan dengan status ketidakjelasan itu? Aku balik bertanya, hihi. Salam Jones a.k.a Jomblo Happines.

Oleh: Nurwa R.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: