Siapa di antara kita yang tidak pernah merasakan sakit hati atau tersinggung karena sikap seseorang. Pasti kebanyakan dari kita pernah merasakannya. Lalu apa yang kita lakukan ketika hati kita tersakiti? Mungkin semua jawaban akan sama yaitu marah. Terkadang kita tidak dapat mengendalikan kemarahan. Apalagi orang yang menyakiti hati kita adalah orang yang paling dekat dan kita percayai.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah pernah bersabda:

“Bukanlah orang yang gagah itu, orang yang kuat bertinju. Akan tetapi orang yang gagah adalah yang dapat menjaga diri ketika marah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari hadits tersebut ternyata orang yang benar-benar kuat adalah orang yang mampu mengendalikan marah. Mendoakan orang lain yang baik pada kita memang mudah. Akan tetapi mendoakan orang lain yang menyakiti hati kita amatlah sulit. Terlebih untuk memaafkannya.

Abdul Laits meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash r.a. berkata:

“Seseorang datang kepada Rasulullah dan berkata: ‘Ya Rasulullah aku mempunyai keluarga yang aku hubungi tapi mereka memutuskan hubungan denganku. Aku baik kepada mereka tetapi mereka zhalim kepadaku dan aku membantu mereka dan mereka berbuat jahat kepadaku, apakah boleh aku membalas mereka dengan perbuatan yang sama?’

Rasulullah menjawab: ‘Tidak, sebab jika kamu membalas mereka, maka kamu sama dengan mereka, tetapi hendaknya kamu tetap mengambil cara yang lebih baik dan tetap menghubungi mereka, maka selalu kamu akan mendapat bantuan dari Allah selama engkau berbuat baik.’”

Inilah yang kebanyakan orang tidak melakukannya. Ketika berbuat baik pada orang lain akan tetapi orang tersebut justru membalas dengan kejahatan. Maka yang dilakukan yaitu berhenti berbuat baik dan membalasnya dengan kejahatan.

Hal itu tidaklah benar, karena jika ia orang yang kuat, maka ia akan mengendalikan kemarahannya dengan tidak membalas perbuatan jahat. Dan yang lebih hebat lagi, ia akan memaafkan kesalahan orang tersebut.

Oleh karenanya, jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita, akan lebih bagus jika kita mendoakan kebaikan untuknya. Hanya orang yang berhati lembut yang mau memaafkan kesalahan orang lain dan mendoakannya. Allah sangat senang dengan orang yang berhati lembut, seperti sabda Rasulullah berikut ini:

“Sesungguhnya Allah menyukai sifat lemah lembut dalam setiap perkara.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Berbuat jahat kepada orang lain sama saja berbuat jahat pada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya, jika kita berbuat baik pada orang lain sama saja berbuat baik pada diri sendiri. Semua perbuatan kita akan kembali kepada diri kita sendiri.

Sama halnya jika kita mendoakan orang lain. Ketika kita mendoakan orang lain sukses, Allah akan lebih mensukseskan kita. Jika kita mendoakan orang lain sehat, Allah juga akan memberi kita kesehatan.

Dengan kita mendoakan orang lain, maka doa-doa kita juga akan dikabulkan. Terlebih orangtua kita, karena ridha Allah tergantung ridha orangtua khususnya ibu. Doa yang mustajab antara lain adalah doa ibu kepada anaknya. Doa anak kepada ibu bapaknya. Doa suami kepada istrinya. Dan doa seseorang yang mendoakan orang lain tanpa orang itu mengetahuinya.

Ada kisah menarik yang diceritakan oleh Ippho Santoso dalam bukunya, Keajaiban Rezeki dan Keajaiban Otak Kanan. Dalam satu pertemuan, beliau kagum melihat kesuksesan seorang pedagang besar. Kekagumannya yaitu bagaimana orang itu mengurus utang pelanggannya. Apakan semua pelanggan itu bisa membayar semua utangnya tepat waktu. Ternyata tidak ada seorang pun yang telat membayar utangnya walaupun satu hari.

Ketika ditanya apa rahasianya, orang tersebut menyebutkan bahwa setiap selesai shalat Shubuh ia selalu mendoakan pelanggannya satu persatu agar usahanya lancar.

Dari kisah tersebut tentu bisa menjadi pelajaran bagi kita. Lalu untuk mendatangkan rezeki, apa bisa dengan mendoakan rezeki bagi orang lain? Tentu saja bisa.

Mendoakan orang lain sama saja seperti sedekah. Dan siapa lagi yang akan memetik hasilnya kalau bukan diri kita. Mulai dari sekarang banyak-banyaklah mendoakan orang lain.

Oleh: Rindang Nuri.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: