Kamu Cantik, Belum Tentu Jodohmu Ganteng

Ilustrasi dari Death to Stock.

Sebetulnya, mencari pasangan yang cantik atau ganteng merupakan salah satu anjuran Rasulullah saw. Sebab wajah rupawan akan memberikan kesenangan tersendiri bagi kamu ketika memandang. Kecantikan atau kegantengan juga berpengaruh terhadap rupa keturunanmu kelak. Sebab secara fisik, faktor genetik orang tua juga sangat menentukan. Meski di hadapan Allah swt itu bukanlah jaminan, tentu memiliki pasangan yang ganteng atau cantik juga merupakan kebanggaan tersendiri kan?

Namun kenyataannya, tidak semua orang ganteng berpasangan dengan perempuan cantik. Begitu pula sebaliknya. Kita lihat kisah putra Nabi Adam saja. Allah memerintahkan kepada Nabi Adam agar putrinya yang cantik dipasangkan dengan putranya yang berwajah biasa. Sedangkan putra Nabi Adam yang berwajah ganteng, Allah perintahkan agar dipasangkan dengan putrinya yang berwajah biasa. Juga masih banyak lagi pasangan yang secara fisik mereka tidak terlihat serasi. Itu artinya, kecantikan dan kegantengan bukanlah patokan utama dalam mencari jodoh. Lalu bagaimana caranya menyikapi bila pasanganmu ternyata tidak serupawan dirimu? Berikut ini tips agar kamu bisa menerima kekurangan fisik pasanganmu:

Iman dan ilmu adalah yang utama, bukan tampang

Ingat, bahwa patokan utama seseorang mencari jodoh bukan tampang. Melainkan agamanya. Kalau sudah berbicara agama, maka tolok ukurnya adalah keimanan dan ilmu. Sejauh mana kamu bisa mengukur kadar keimanan seseorang? Padahal iman terletak di hati. Iman seseorang dapat dilihat dari akhlaknya kepada Allah dan sesama makhluk. Sedangkan ilmu bisa dilihat dari seberapa jauh kemampuan dia bersikap dewasa dalam menghadapi persoalan.

Jadi jangan sampai tertukar ya. Yang harus kamu prioritaskan itu iman dan ilmu calon atau pasanganmu. Jangan sampai karena mengejar perempuan cantik atau lelaki ganteng, kamu malah mengabaikan aspek terpenting dalam mencari jodoh yakni agama. Belum tentu orang berwajah rupawan dan postur tubuh ideal, memiliki iman kuat dan ilmu yang luas.

Tuhan sebagai pengatur jodoh. bukan kamu

Kamu boleh saja berharap wajah pasanganmu cantik atau ganteng. Syukur kalau dia baik dan memiliki ilmu agama yang luas. Kamu juga dipersilakan tidak bangga karena kekurangan fisik yang terdapat pada diri pasanganmu. Kamu juga boleh mengejar perempuan cantik nan anggun untuk dijadikan calon istri. Yang perempuan juga sebaliknya.

Tetapi sebagai makhluk, kamu hanya bisa berusaha. Kamu tidak bisa memaksakan kehendakmu kepada Allah swt. Allahlah yang mengatur jodoh setiap orang. Jadi bila ternyata pasanganmu memilki tampang pas-pasan di mata manusia, bahkan di matamu, lihatlah kelebihannya. Setiap orang pasti memiliki kelebihan tersendiri. Mungkin kelebihan itulah yang menjadi alasan Allah swt menjodohkannya denganmu.

Elok rupa seringkali membawa petaka

Kembali lagi kepada kisah putra Nabi Adam. Qabil membunuh Habil lantaran dia tidak dijodohkan dengan saudarinya yang cantik. Sedangkan Qabil merasa wajahnya ganteng, jadi lebih pantas bersanding dengan pasangan yang cantik.

Ingat pula kisah Zulaikha yang tergoda pada kegantengannya Nabi Yusuf. Hingga Zulaikha menggoda Nabi Yusuf dan menyebabkan Nabi Yusuf di penjara. Di era modern seperti sekarang, tak sedikit juga orang yang memilih meninggalkan pasangannya hanya karena ia merasa cukup cantik atau ganteng untuk berganti-ganti pasangan.

Semua kisah tersebut dapat kamu jadikan pembelajaran, bahwa kecantikan dan kegantengan dapat membawa petaka (fitnah). Petaka tersebut tidak pernah bisa kamu prediksi sebelumnya. Jadi daripada mengeluh karena pasanganmu berwajah pas-pasan, lebih baik bersyukur. Setidaknya dengan kamu memilki pasangan berwajah standar, tidak akan ada mata kurang ajar yang melirik tak sopan. Kehidupan keluargamu pun lebih aman dan tentram dengan kamu bersyukur.

Pilih rupa elok, atau sifatnya yang baik?

Kalau boleh memilih, tentu semua orang menginginkan pasangan yang baik dan cantik atau ganteng. Sayangnya tidak semua pilihan sesempurna itu. Kadang kamu harus memilih di antara salah satunya.

Kalau kamu harus memilih salah satunya, antara rupa dan sifat, kamu pilih mana? Penulis sarankan sebaiknya pilih sifat baik dari calon pasangan kamu deh. Agama dan sifat yang baik akan memberikan ketenteraman kepada kamu dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Orang dengan tampang pas-pasan cenderung memiliki otak dan hati rupawan

Faktanya, orang yang sadar akan tampangnya yang pas-pasan cenderung tidak begitu peduli pada penampilan. Maka ia akan lebih fokus mengembangkan diri sehingga memiliki kelebihan di sisi yang lain.

Misalnya, orang bertampang pas-pasan cenderung memiliki keahlian tertentu. Ada juga orang yang sangat cerdas meski wajahnya standar. Sebagian lagi memiliki hati yang baik dan penuh perhatian meski wajahnya tidak terlalu cantik atau ganteng. Jadi tidak semua orang berwajah standar lantas tidak memiliki nilai lebih.

Sebagimana yang sudah penulis tegaskan sebelumnya, setiap orang pasti memiliki kelebihan tersendiri. Kalau wajahnya tidak begitu enak dilihat, lihat hati dan pemikirannya. So, bila kamu memiliki pasangan dengan wajah standar tetapi memiliki banyak kelebihan, syukuri itu sebagai sebuah anugerah.

Nah, itulah alasan mengapa kamu tidak perlu mengejar orang berwajah cantik atau ganteng. Meski ada istilah yang menyebutkan bahwa cantik itu relatif dan jelek itu mutlak. Sayangi juga pasanganmu meski berwajah standar sebagai bentuk rasa syukur kepada sebaik-baiknya Pencipta. Oke?

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan