Kamu Pilih Jadi Pegawai Swasta, PNS atau Pengusaha Saja?

Kamu yang sekarang sudah mulai masuk ke semester akhir, pasti mulai membayangkan terjun ke dunia kerja. Tentu kamu mengharapkan berada di sebuah posisi yang nyaman dan membuatmu mampu mandiri secara finansial.

Tentu bahagia sekali ya, menyelesaikan kuliah lalu segera mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan dan kamu senang menjalaninya. Tapi, sebelum benar-benar memilih apa pekerjaanmu jangan lupa untuk mempertimbangkan beberapa hal. Jangan sampai kamu lebih banyak mengeluh ketika telah bekerja. Sayang lho, nanti yang ada kamu cuma dapat capek aja tanpa berkah!

Apa tujuanmu bekerja?

“Semua amalan bergantung pada niatnya.” Begitulah kata sebuah hadits. Maka, dengan dasar itu seharusnya kita memulai segala sesuatu dengan niat yang lurus dan baik supaya yang kita kerjakan juga membuahkan hasil yang baik.

Niat yang lurus akan membantu kita melawan segala godaan dalam diri kita sendiri seperti rasa malas bekerja, rasa lelah dan tentu godaan untuk memilih jalan yang tidak halal. Bekerja dan lelah yang dibayar dengan keridhaan Allah akan beda dengan bekerja yang lelah tapi kita tidak ikhlas dan Allah tidak ridha. Yang ada kita hanya mendapatkan gaji yang mudah habis serta lelah dan banyak mengeluh. Jangan sampai begitu, ya!

Hargai semua proses

Biasanya setelah lulus, tidak banyak yang bisa langsung menempati posisi strategis di perusahaan. Sudah menjadi hukum alam bahwa untuk mencapai puncak, kita memang harus memulai dari kaki gunung. Memang saat di bawah terkadang membuat kita merasa kecil, tapi jangan berkecil hati.

Ingatlah bahwa kita selalu butuh proses, untuk menguji apakah kita sanggup melewati kesulitan-kesulitannya. Kalau kita sanggup, tentulah kita akan naik sesuai dengan berkembangnya kapasitas kita. Setiap fase yang kita lalui akan menjadi bekal di fase selanjutnya hingga kita belajar untuk bersyukur dan tidak sembarangan menjalankan amanah yang diletakkan di pundak kita.

Soal kebebasan waktu

Kita sering membayangkan bahwa, pengusaha adalah mereka yang bebas menentukan hari libur. Tidak jarang, alasan ini yang kerap dijadikan motivasi awal anak muda memilih pekerjaan sebagai pengusaha. Tapi, perlu diingat bahwa pengusaha juga harus mengatur waktu. Bedanya, ia hanya menggeser tanggal merah saja.

Tapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa pengusaha harus bekerja saat tanggal merah. Pengusaha tidak punya gaji tetap, sementara jika ia libur akan mungkin kehilangan kesempatan untuk menambah pundi-pundi rupiahnya.

Berbeda dengan PNS dan pegawai swasta yang setiap harinya memiliki jam kerja tetap hingga lebih mudah membagi waktu dalam pekerjaan karena ada ikatan yang jelas tertulis. Tapi sayangnya, PNS dan pegawai swasta hanya bisa libur pada saat kebanyakan orang juga libur, sementara pengusaha bisa saja liburan tanpa menunggu tanggal merah sekalipun.

Soal pendapatan dan kelebihan

Kalau soal pendapatan yang paling tinggi, mungkin pengusaha menempati urutan pertama. Tapi jangan menutup mata dengan risiko yang juga tinggi. Menjadi pengusaha juga menunutut kamu mempersiapkan uang pensiunmu karena itu tidak diatur negara seperti PNS. Kalau menjadi PNS, kamu tentu mendapat gaji tetap yang terukur dan itulah kelebihan bekerja menjadi PNS.

Tapi, menjadi PNS dan karyawan artinya kamu tidak bisa menetapkan besaran gajimu. Hanya saja, kamu bisa naik pangkat atau jabatan dengan prosedur yang jelas diatur. Di lembaga atau instansi tertentu, kamu juga bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Menjadi karyawan swasta bisa membuatmu berada pada kesempatan untuk belajar dari pengusaha, alias belajar dulu baru kemudian jadi bos.

Tidak ada pekerjaan yang sempurna

Ini nih, kuncinya! Apa pun pekerjaanmu, tidak akan nikmat dijalankan kalau kamu tidak bersyukur. Setiap pekerjaan membutuhkan perjuangan. Setiap pekerjaan juga tidak lepas dari hal yang membuatmu berkorban. Hilangkan kebiasaan buruk kita yang masih sering melihat apa lebihnya pekerjaan orang lain.

Jadilah bersyukur dan ketahuilah bahwa tidak ada pekerjaan yang tanpa risiko. Sebesar apa pun gajimu, tidak akan cukup jika kamu tidak bersyukur. Gedung kantor yang memiliki fasilitas mewah juga tidak ada artinya jika tempat itu tak membuatmu nyaman. Bekerja di kota besar dengan akses yang sangat mudah juga belum tentu membuatmu berkembang.

Nah, sudah mempertimbangkan untuk memilih pekerjaan? Apa pun pekerjaanmu, ingatlah bahwa tujuan utama dalam bekerja adalah kebermanfaatan. Pekerjaan itu bermanfaat untuk diri kamu, keluargamu dan orang-orang di sekitarmu. Bekerja bisa menjadi jalan untuk menggenggam dunia dan juga memeluk akhirat, kalau kita memang menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Siap?

Oleh: Hapsari TM.

Tinggalkan Balasan