Kamu Sudah Berjilbab, Tapi Masih Digoda Laki-Laki? Inilah Sebabnya ….

Jilbab dikenakan sebagai fungsi identitas agama dan menjaga diri setiap muslimah. Sebab bagi muslimah, mengenakan jilbab adalah hal yang wajib, bukan sebuah pilihan hidup.

Meski jilbab dan sikap adalah dua hal berbeda dan bukan satu kesatuan, namun sebagai muslimah yang berjilbab kita harus belajar untuk tidak hanya menutup aurat tapi juga memperbaiki sikap kita.

Sehingga berbicara jilbab bukan hanya berbicara tentang penampilan, namun lebih luas lagi bahwa jilbab itu bukan sekadar kain penutup aurat, namun sebagai tanggung jawab yang harus kita jaga.

Sebenarnya ada satu jenis jilbab yang sesuai syariat yaitu panjang menutup dada dan tidak nerawang, namun masyarakat membeda-bedakan menjadi jilbab biasa dan jilbab syar’i.

Orang yang sudah berjilbab syar’i dikategorikan sebagai orang yang sudah benar-benar paham agama. Apabila ia melakukan kesalahan, maka berakibat fatal. Dipandang sebagai orang yang tidak bisa menjaga agamanya. Padahal sebenarnya apa pun jilbabnya, kita tetap harus menjaganya agar tidak memperburuk citra umat Islam.

Muslimah yang berjilbab juga bukan orang yang serta-merta bisa sempurna tanpa melakukan kesalahan. Semua adalah manusia yang bisa saja tergelincir untuk melakukan kesalahan. Begitu juga dengan urusan laki-laki, muslimah berhijab terlihat lebih terjaga dari godaan dan sikap iseng laki-laki.

Namun nyatanya, masih ada muslimah berjilbab digoda laki-laki. Seharusnya melihat perempuan berjilbab laki-laki memiliki sungkan untuk melontarkan godaan-godaan. Tidak peduli bagaimana caranya berjilbab, laki-laki lebih memilih untuk melihat bagaimana sikap perempuan yang sudah berjilbab.

Lantas kenapa laki-laki masih menggoda muslimah yang berjilbab? Di bawah ini beberapa alasannya:

Ada aurat yang belum ditutup sempurna.

Seringkali banyak muslimah berjilbab berpikiran asalkan ada jilbab di kepala maka sudah dikatakan menutup aurat. Padahal aurat wanita itu tidak hanya bagian rambut, namun seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah.

Jika laki-laki melihat seorang wanita yang berjilbab tapi menggunakan pakaian hanya sampai siku, celana ketat, bahkan jilbabnya sangat pendek tidak menutupi bagian yang harus ditutupi. Meskipun kita berniat menutup aurat dengan demikian, tapi laki-laki masih tergoda dengan bagian tubuh yang terlihat.

Bukan bermaksud menyamakan muslimah berjilbab dengan ikan asin, namun ini hanya perumpamaan. Tidak selamanya kita harus menyalahkan kucing yang suka mencuri ikan asin, kalau ternyata kita yang teledor menutupi ikan asin itu.

Kalau kita ingin laki-laki bisa menjaga pandangan, seharusnya kita juga harus membantunya untuk tidak memperlihatkan apa yang tidak seharusnya diperlihatkan.

Berjilbab tapi masih mengunggah foto tidak berjilbab.

Apabila laki-laki tahu ada perempuan yang masih belum istiqomah mengenakan jilbab, sekalipun itu di dunia maya, bagi mereka perempuan itu tetap masih belum berjilbab. Itulah kenapa laki-laki tidak merasa sungkan untuk menggoda karena kita yang belum benar-benar serius untuk menjaga.

Perempuan yang masih main-main dengan jilbab, tidak akan mengundang rasa sungkan atau kagum seorang laki-laki. Malahan kaum Adam ini merasa perempuan tipe seperti ini justru mudah untuk diajak main-main.

Suka berbicara asal nyeplos sehingga kaum Adam tak lagi sungkan.

Ada beberapa tipe perempuan yang berani kepada laki-laki. Tidak memiliki rasa malu atau sungkan kepada yang bukan mahramnya. Berbicara kasar, asal nyeplos, dan tertawa ngakak membuat laki-laki juga tidak memiliki sungkan.

Laki-laki itu memperlakukan tergantung bagaimana perempuan itu bersikap. Kalau ternyata perempuan itu belum bisa bersikap baik, maka laki-laki tidak akan memperlakukannya dengan baik.

Laki-laki tidak hanya melihat apa yang kita pakai, namun juga melihat seberapa komitmen kita menjaga jilbab yang sudah kita kenakan. Percayalah, perempuan yang bisa menjaga jilbabnya dengan sikap yang baik, maka laki-laki juga akan menjaganya lebih baik lagi.

Memasang foto yang berpose menggoda.

Sering kita temui komentar laki-laki di media sosial seperti menggoda, padahal sebenarnya laki-laki bertindak jika ada objek yang menurutnya pantas untuk digoda.

Dengan memasang foto yang berpose menggoda seperti menjulurkan lidah atau lainnya—apalagi foto itu dipasang di media sosial yang dikonsumsi oleh publik—laki-laki merasa bebas untuk berkomentar apa saja karena foto itu adalah milik publik.

Berjilbab itu bukan untuk memperlihatkan kecantikan, namun menutupi kecantikan. Biarlah hanya suami yang mengetahui kecantikan kita. Tidak perlu diperlihatkan ekspresi termanis untuk laki-laki lain.

Tahu atau tidaknya mereka kalau kita cantik hanya akan mengundang kemudharatan. Lebih baik suami yang hanya tahu, karena akan berbuah pahala. Jangan tergiur karena pujian laki-laki di media sosial tentang diri kita lantas kita lebih suka memperlihatkan foto di publik.

Setelah berjilbab, niatkan untuk tidak mudah memperlihatkan kepada dunia betapa cantik dan anggunnya dirimu. Tutupilah agar keindahanmu tidak mudah dinikmati banyak orang.

Sering menanggapi godaan laki-laki.

Apabila perempuan digoda tapi malah ditanggapi, tentu akan membuat laki-laki itu senang. Bisa jadi juga bisa mengundang laki-laki yang lain untuk menggoda. Sekali saja menanggapi, laki-laki akan terus menerus menggoda kita. Karena perempuan tipe ini tidak menutup diri untuk laki-laki, sehingga kaum adam merasa lebih leluasa untuk menggoda.

Berhias berlebihan dan memakai parfum.

Berhias berlebihan dan memakai parfum untuk perempuan itu tidak diperbolehkan kecuali hanya untuk suami. Ditakutkan jika nantinya akan mengundang syahwat laki-laki yang bukan mahram.

Laki-laki itu menyukai keindahan. Meskipun kita tidak berniat menggoda, namun karena rasa ketertarikannya akan membuatnya berani untuk mendekat kepada kita. Maka jaga diri dengan baik.

Oleh: Anik Cahyanik.

Tinggalkan Balasan