Kenapa Ibu Galak? Apa Tidak Sayang Sama Aku?

Sebelumnya jangan pernah menilai ibu sebagai sosok yang galak atau keras, karena dibalik kerasnya ibu, dibalik galaknya ibu, terselip tujuan yang sangat luar biasa. Dan ibu juga berusaha keras agar anaknya menjadi seseorang yang sangat berguna di masyarakat dan keluarga. Cuma anaknya saja yang terbiasa menyimpulkan bahwa ibu tidak sayang kepadanya.

Kalau menurut aku pribadi, ketika ibu marah, ketika ibu kasar, itu tandanya ibu kita masih sangat sayang kepada kita. Coba bayangkan! Ketika seorang anak melakukan kesalahan dan ibu tidak marah, ibu hanya diam, itu artinya ibu sudah tidak perduli lagi dengan anaknya.

Ibu memiliki banyak aturan, sebagai ibu ia akan membuat peraturan demi kebaikan anaknya, karena seorang ibu tidak mau anaknya menjadi pribadi yang tidak baik. Karena itu kebanyakan ibu akan lembut sekaligus keras terhadap anaknya. Contoh aturan seorang ibu biasanya, kita tidak boleh main kelamaan sampai lupa waktu.

Seperti kisah yang aku alami sewaktu masih kecil, yang namanya anak kecil pasti lagi senang-senangnya main sampai lupa tidak pulang dan dicari ibunya. Nah waktu itu aku main sampai jam setengah enam sore. Waktu aku pulang ke rumah, ibu aku sudah di tengah-tengah pintu dan langsung menyuruh aku mandi. Ups, jangan kira aku tidak dimarahi ya. Setelah aku mandi, aku disuruh berdiri di tiang rumah dan dihukum pakai 5 buku kuliah kakak aku yang sangat tebal.

Ibu suka melarang, kebanyakan seorang ibu pasti akan melakukan hal tersebut untuk mencegah anaknya melakukan hal yang negatif. Kenapa seorang ibu melakukan hal tersebut? Yang pasti karena ibu sangat sayang kepada anaknya. Ibu itu sayang kepada anaknya bukannya galak.

Dulu aku mau ini dilarang, mau itu dilarang, semua serba dilarang dan aku berpikir: Ibu aku tidak sayang kepadaku, aku mau apa-apa dilarang serba tidak boleh.

Tapi itu semua dia lakukan demi kepribadian yang baik buat anaknya ke depannya. Aku baru sadar akan hal itu setelah aku sudah menginjak dewasa baru terasa didikan ibu yang keras tadi. Maka jangan sekali-kali menilai ibu kita galak saat beliau masih marah, itu wujud kasih sayangnya kepada anaknya.

Ibu suka marah, kenapa seorang ibu suka marah-marah kepada anaknya? Kalau saya pribadi menilainya ya mungkin ibu marah karena kita salah. Dan sebenernya apa sih harapan ibu? Kalau ibuku pribadi, ibuku hanya ingin aku sukses dengan ijazah kuliah. Hanya itu saja keinginannya.

Sedikit cerita ya biar tidak sepaneng. Saat ibuku marah, aku coba tebak apa yang dilakukan ibu kepadaku. Ibu menghukumku dengan menyuruh berdiri satu kaki di tiang depan televisi selama satu jam. Dulu aku juga berpikiran seperti kalian semua,  jika ibu marah-marah ya itu artinya ibu tidak sayang kepada anaknya.

Walaupun aku anak tunggal, tapi aku tidak merepotkan orangtua. Dari SMP sampai SMA, aku tidak pernah minta uang saku sama ibu. Lalu aku dapat uang saku dari mana? Oke, aku mendapatkannya dengan usaha momong (merawat) adik-adik sepupuku. Aku bantu-bantu kakakku agar mendapat upah buat uang saku sekolah.

Ibu keras kepada anak, kebanyakan anak tunggal itu minta apa-apa pasti langsung dikasih. Mau ini mau itu dituruti. Apa lagi jika anaknya tidak dibelikan apa yang dia inginkan dan anak itu ngeluh: ya sudah aku akan pergi dari rumah ini jika aku tidak dibelikan apa yang aku mau.

Nah, seorang ibu takut kalau anaknya mau meniggalkan rumah. Sudah anak satu-satunya, mau pergi. Di situ seorang ibu langsung membelikan apa yang diinginkan anaknya. Jika dibiasakan seperti itu, ibunya yang selalu mengalah buat anaknya, ya sang anak akan manja terus-terusan.

Beda halnya dengan apa yang aku alami. Alhamdulillah aku bisa menjadi anak yang mandiri karena didikan ibu semenjak aku masih kecil. Iya sepertinya agak keras, tapi aku sekarang menjadi pribadi yang lebih mandiri. Waktu SMP, aku sudah tidak minta uang saku ibu. Pas SMA, aku sudah kerja di penjual es buah dan warung makan lesehan lamongan. Aku tidak bisa bayangin jika dulu ibu tidak mendidik aku seperti itu, pasti aku tidak bisa apa-apa. Mau jadi apa aku ke depannya? Terima kasih ibu sudah mengajari aku kemandirian dan kedisiplinan di waktu kecil.

Ingat ya! Saat ibu kita masih mau marah kepada kita, itu tandanya ibu kita masih sayang sama kita. Tapi kalau ibu diam itu yang bahaya, artinya beliau sudah tidak perduli lagi sama kita.

Oleh: N. Yudhi S.

Tinggalkan Balasan