Kenapa Jerawat Tidak Boleh Dipencet? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Wajah tanpa jerawat, ibarat malam tanpa bintang. Iya, kan? Tapi, itu hanya berlaku bagi orang yang wajahnya digandrungi sama jerawat. Hehe.

Duh, ngomong-ngomong jerawat, sebenarnya malas mau membahasnya. Tapi, gimana lagi, si dia kadang suka-suka aja sih datangnya. Trus, bener enggak, sih? Kalau jerawat itu enggak boleh dipencet? Yes!

Trus, bolehnya diapain, donk? Malu nih, bukannya mulus, muka malah seperti malam yang penuh bintang. Sumpek jadinya.

Jerawat, banyak orang bilang itu tandanya puber, benar kah? No!

Jerawat memang mulai muncul pada saat kamu menginjak usia remaja. Namun, tetap saja dia bukan merupakan salah satu tanda atas terjadinya pubertas pada seseorang. Hanya saja, munculnya jerawat pada rentang usia itu lebih dikarenakan adanya peningkatan hormon androgen (sejenis hormon untuk perkembangan kelamin).

Coba kita lihat, jarang sekali kan anak-anak mengalami jerawatan? Oh iya, jerawat juga lebih sering dialami oleh laki-laki dibanding dengan perempuan, loh.

Normalnya, kulit wajah secara alami memproduksi lemak untuk menjaga kelenturan dan kelembapan kulit. Namun, pada kondisi tertentu, kandungan lemak di kulit wajah ini mengalami penyumbatan, dan akhirnya merusak dinding sel folikel rambut (halus), menyebabkan terjadinya reaksi peradangan, memunculkan komedo dan terbentuklah jerawat.

Terjadinya jerawat lebih mudah digambarkan dalam bagan ini:

Peningkatan hormone androgen à produksi sebum à sumbatan sebum à komedo à peradagan komedo à jerawat à jaringan penyembuh (sikatrik) berupa bekas luka.

Kamu pasti juga pernah dengar bahwa, jerawatan artinya sudah punya pacar? Ah, itu mitos yang kamu pengin aja, kali? Jerawat muncul karena diawali oleh terjadinya komedo. Komedo berasal dari sumbatan sebum—minyak yang berfungsi melindungi elemen rambut dan mengatur keseimbangan kelembapan lemak yang dihasilkan oleh kelenjar lemak kulit—yang mulai aktif terproduksi saat usia remaja. Komedo yang mengalami inflamasi atau peradangan akan membentuk jerawat, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar yang mirip dengan bisul.

Masing-masing individu sebenarnya berbeda-beda potensi terjadinya jerawat. Ada yang dari aslinya memang tidak pernah mengalami jerawatan.

Bukan berarti cewek atau cowok itu tidak laku pacaran, kan? Eh, pacaran kan memang enggak boleh, ya?

Memang kulitnya tidak mengalami sumbatan pengeluaran sebum. Namun, saat wajah yang mulus tersebut dikenalkan dengan produk kecantikan tertentu dengan alasan pengin lebih putih atau lebih kinclong, justru akan memunculkan jerawat yang tadinya tabu menghinggapi wajah yang sudah bersih dan lancar aliran sebumnya.

Lalu, bolehkah jerawat dipencet?

Memencet jerawat, jika dilakukan dengan prosedur steril masih diperbolehkan. Namun, pada saat kondisi tangan atau alat lainnya tidak steril, justru akan menyebabkan terjadinya infeksi yang lebih parah.

Proses infeksi akan membuat area radang meluas dan lebih dalam masuk ke dalam lapisan kulit. Hal ini akan berefek pada penyembuhan. Karena luka atau infeksi yang terjadi lebih dalam, maka pembentukan jaringan parut atau jaringan penyembuhan akan melibatkan jaringan sikatrik. Berupa ceruk dalam yang lebih cekung dari permukaan kulit normal sekitarnya.

Ceruk atau lubang yang terbentuk akan seperti kubah-kubah yang sampai kapan pun tidak akan hilang. Kecuali dengan perawatan khusus oleh tenaga dokter spesialis kulit. Besarnya ceruk tergantung dari besarnya jerawat yang mengalami infeksi saat itu. Semakin besar jerawat, maka akan semakin besar pula lubang atau ceruk yang dihasilkan saat sudah mengalami penyembuhan.

Enggak mau kan saat mau kondangan, kita repot dengan mendempul wajah kita dulu supaya make up lebih halus hasilnya?

Lantas, apa yang harus dilakukan saat jerawat muncul manis di wajah?

Menjaga kebersihan wajah. Artinya, kita rutin membersihkan wajah kita minimal wudhu sehari lima kali. Semakin kebersihan terjaga, maka kulit wajah akan semakin terhindar dari kuman yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi sekunder pada jerawat.

Mengurangi kontak tangan dengan jerawat. Nah, siapa yang hobi ngelus-elus jerawat? Atau bahkan sampai memencet-mencet jerawat saking gemesnya?

Saat kita mengalami jerawatan, sebisa mungkin kita kendalikan tangan kita untuk tidak mengelus-elus benjolan kecil berwarna merah yang ada di wajah. Semakin sering dielus, maka jerawat akan semakin meradang dan membesar.

Semakin membesar ukurannya berarti jerawat akan tertanam lebih dalam di lapisan kulit wajah kita. Nah, saat infeksi jerawat sudah cukup dalam, maka penyembuhan akan menjadi tidak sempurna lagi. Minimal akan meninggalkan bekas berupa bopeng coklat hingga lubang seukuran jerawat yang tidak bisa hilang dengan sendirinya.

Nah, jadi rugi kan? Gara-gara gemes tak tertahan, eh yang ada malah wajah jadi bolong-bolong deh. Misalnya memang pengin membersihkan wajah, maka tangan harus dicuci dulu hingga bersih.

Mengobati jerawat dengan bijak. Jerawat, jika dibiarkan saja tanpa ada sentuhan tangan yang gemes, sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa sembuh sendiri. Namun, seandainya jerawat yang muncul merupakan jerawat yang besar-besar atau bernanah dan banyak, maka sebaiknya diperiksakan ke dokter terdekat.

Karena untuk kasus jerawat yang cukup parah tidak hanya mengandalkan pengobatan yang dioles secara topikal saja, namun harus melibatkan pengobatan dari dalam, berupa obat antibiotik untuk membunuh kuman-kuman penyebab jerawat tersebut.

Perbanyak minum air putih, makan buah-buahan kaya vitamin. Dengan memperbanyak minum air putih, maka metabolisme di dalam sel tubuh akan semakin baik. Sel-sel kulit akan lebih segar, kesehatan kulit pun semakin meningkat.

Juga, peran vitamin yang kita konsumsi dari buah-buahan, akan membantu meningkatkan status kekebalan tubuh kita. Termasuk membantu dalam proses penyembuhan luka akibat jerawat yang muncul, menjadi semakin cepat dan sempurna.

Nah gimana, masih hobi pencat-pencet jerawat?

Mendingan pencat-pencet tombol keyboard di laptop aja, deh. Semakin banyak mencetnya, semakin banyak pula tulisan yang kamu hasilkan. Jadi deh naskah buku.

Untuk jerawat? Cegah saja jangan sampai muncul dengan cara rutin merawat kebersihan wajah setiap hari. Salah satunya adalah dengan menjaga wudhu kita setiap saat. Siap?

Oleh: Dokter Eka Wahyuni.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan