Kenapa Pacaran Selalu Merugikan Perempuan?

Siapa yang tidak tahu istilah pacaran. Jangankan mereka yang dewasa, anak-anak SD saja di zaman ini tak sedikit mengenal pacaran. Tak hanya mengenal, mereka bahkan ada yang menjalin hubungan yang tidak halal ini. Maka tak heran jika kita temukan di sosial media mereka menulis status alay, galau, bahagia bertema cintanya. Baik di Facebook, WA, BBM, Twitter, dan lainnya.

Perihal pacaran, mungkin selama tidak ada masalah serasa baik dan bahagia. Tapi itu mereka tidak menyadari kalau kebahagiaan itu hanya bersifat semu. Mereka merasa bahagia karena belum ada hal yang memicu mereka bertengkar yang ujung-ujungnya akan kecewa dan tersakiti satu sama lain.

Bicara sakit hati nih, kebanyakan perempuan yang mengalaminya. Kenapa? Alasannya beragam; seorang perempuan mudah baper, sekali tersakiti sulit melupakannya, jika sampai berhubungan badan tentu perempuan akan menanggung malu yang teramat sangat. Oke, akan saya jelaskan saja kenapa perempuan selalu dirugikan dalam hubungan pacaran. Ini bukan mengklaim, tapi ini buat pelajaran dan evaluasi ya:

Perempuan itu mudah baper.

Saat disapa para lelaki, hati perempuan mudah baper. Masa sih? Nggak juga kok. Kata siapa? Ini sudah sering terjadi. Tidak hanya baper, mereka yang tidak begitu memiliki komitmen hidup yang kokoh akan mudah memberikan kode untuk segera diajak makan, jalan-jalan, saling tukar nomor.

Ada baiknya sih, kalau ada cowok menyatakan cintanya lalu si cewek langsung meminta kepada si cowok untuk mendatangi orangtuanya di rumah untuk dipinang. Tapi yang menantang laki-laki dengan cara agar dipinang jarang ditemukan. Yang ada dia si perempuan ingin kenalan lebih dekat lewat pacaran. Inilah alasan singkat kenapa perempuan bisa dikatakan mudah baper. Dari situ, ketika sudah baper, tak heran jika merasakan sedikit kekecewaan dan sedih berlangsung agak lama. So, jangan terlalu baper ya.

Mudah terbuai kata-kata manis padahal bisa bikin kecewa bahkan menangis.

Bagi cowok yang cerdas dan bisa merangkai kata-kata, menyatakan cinta dan kekagumannya kepada perempuan lewat tulisan dianggap senjata ampuh. Ya, walaupun yang menyatakan langsung kepada si perempuan juga ada. Namun yang jelas, kamu sebagai laki-laki harus hati-hati dan tidak terburu-buru menyatakan cinta kepada perempuan yang dicintai.

Lha, bagaimana kalau diambil orang duluan? Diambil? Memangnya dia sudah jadi milikmu? Kamu tahu, itu jodohmu? Nggak kan.

Sudahlah, pendamlah cintamu itu. Sampaikan cintamu itu ketika kamu sudah siap melamarnya kelak. Intinya siap lahir batin.

Nah, kamu para perempuan, jangan terlalu terbuai kata-kata manis. Lihat dulu dia, sifatnya bagaimana, temannya bagaimana, latar belakang keluarga bagaimana, apakah ia akan membawa kamu kepada kebaikan atau tidak. Jika ia mengajak pacaran, secara tidak langsung kamu sudah diajak bermaksiat dan menjalin hubungan yang sia-sia.

Mudah percaya janji manis.

Janji. Kata itu seakan memiliki daya yang dapat pengikat hati dan pikiran orang yang menerima janji itu sendiri. Apalagi seorang perempuan, seringkali terjebak dan terperangkap oleh janji-janji manis yang belum tentu ditepati. Soal janji, biasanya laki-laki yang pacaran mudah mengatakannya, tapi sulit menepatinya.

Nah, kamu para lelaki, kalau janji kamu hanya bertujuan agar perempuan percaya sekarang lalu besok kamu akan meninggalkannya. Sebaiknya urungkan saja niat kamu untuk berjanji apalagi mengatakannya. Kasian perempuan, sakit dan pedih rasanya tahu.

Oh iya, kamu juga para kaum hawa. Jangan mudah percaya pada janji-janji manis dari seorang cowok. Katakan saja kepada lelaki yang menyatakan cintanya kepadamu, cinta itu tidak hanya janji tapi perlu bukti. Kalau ditanya cara membuktikannya, jawab saja, “Datangi orangtuaku di rumah dengan membawa orangtuamu.”

Kalau kamu bisa mengatakan itu kepada lelaki yang nyatakan cintanya kepadamu, penulis ajungkan jempol. Berati kamu cewek sejati.  

Kalau sudah terbuai rayuan, apa pun akan diberikan, termasuk keperawanan. Naudzubillah.

Sekali lagi saya mohon maaf. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa perempuan mudah terbuai dengan rayuan. Laki-laki yang baik, tidak akan mengajak kamu untuk berbuat yang tidak semestinya dilakukan.

Di zaman ini sebagian gadis atau si perempuan mudah terhanyut rayuan. Padahal rayuan untuk melakukan tindakan merugikan (seperti berzina) jelas merugikannya. Itu akan dilakukan oleh perempuan yang tidak memiliki prinsip beragama yang taat. Jangankan uang, keperawanannya akan diberikan. Astaghfirullah.

Nah, kamu yang belum melakukan itu. Jangan coba-coba melakukannya. Karena kamu, keluargamu, juga tetanggamu akan menanggung malu. Itu masih di dunia, belum lagi harus menerima siksa dari Allah di akhirat kelak. Jika cowok kamu meminta bahkan memaksa untuk melakukan zina, jangan takut untuk menolak. Kalau diputusin? Biarlah. Lebih baik putus sebelum semuanya terlanjur. Ingatlah, sekali kamu kehilangan kesucian, selamanya tidak akan pernah kembali lagi.

Mari, sebelum semuanya terlambat. Perbaiki jalan hidup dengan tidak berpacaran. Karena pacaran justru merugikan. Percayalah, cinta itu suci. So, jangan kamu kotori cintamu dengan maksiat yang akan merugikan kamu dunia akhirat. Sudah itu saja, jaga diri baik-baik ya.

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan