Kenapa Sih Setelah Hijrah Kok Jodohku Semakin Jauh?

Ah, itu perasaan kamu aja kali ya. Bisa jadi, yang terjadi bukan begitu, melainkan setelah hijrah, kamu sibuk dengan mengaji (aktif di majelis ilmu), tidak sering berkumpul dan main dengan lawan jenis lagi, waktumu habis untuk belajar, beribadah, dan bekerja. Jadi soal jodoh tidak lagi menjadi skala prioritas utamamu.

Kan jauh berbeda dengan kamu yang dulu sebelum hijrah. Nyari pacar rasanya mudah sekali, giliran kini nyari pendamping hidup kok susah? Ya karena pendamping hidup tidak sekadar pacar. Ia bersamamu tidak dalam hitungan bulan atau tahun, melainkan mengikat janji setia seumur hidup. Insyaallah.

Namun yang paling penting, niatnya hijrah jangan sampai melenceng dari niat awal karena Allah Swt semata. Sebab kita akan mendapatkan apa yang kita niatkan. Kalau hijrahnya karena jodoh, ya yakin saja bakal dipertemukan dengan jodoh.

Tapi, apa iya kamu hijrah hanya lantaran pengin mendapat jodoh saja?

Semoga tidak ya. Karena nikmatnya hijrah itu lantaran hidayah Allah yang luar biasa kita rasakan. Terlihat dari malasnya kita mendatangi aktivitas yang cenderung bermaksiat dan semakin semangatnya kita dalam beribadah.

Terlebih setelah hijrah, tugas utama kita ialah menuntut ilmu dan istiqamah beramal shalih. Agar semangat hijrah terjaga dan sama sekali tidak kepikiran untuk kembali ke kebiasaan-buruk yang telah lalu. Maka cobaan itu pasti akan datang. Seperti kalau kamu punya mantan dan dia masih ingin balikan lagi. Apa coba jawaban kamu? Bukankah seharusnya kamu menolaknya—untuk tidak pacaran lagi—lalu kalau memang serius, menikah saja.

Kalau kamu lagi sibuk belajar ilmu agama, yakini kalau dia juga lagi sibuk dengan hal yang sama.

Semua butuh persiapan, termasuk soal jodoh. Ketika dia belum juga terlihat, cobalah belajar ilmu pranikah. Bisa jadi, Allah memberikan kesempatan untuk kamu belajar lagi bab-bab tentang pernikahan yang belum kamu ketahui. Nah, manfaatkanlah waktu belajar ini dengan baik.

Jangan salah lho, banyak sekali cerita ajaib terjadi. Kisah nyata ini, ternyata setelah seseorang ikut kajian pranikah yang diselenggarakan di sebuah masjid, eh di acara itulah ia bertemu dengan jodohnya. Rupanya si jodoh juga sedang punya aktivitas yang sama: belajar ilmu pernikahan. Maka menikahlah mereka setelah acara tersebut selesai.

Jodoh yang jaraknya jauh pun insyaallah akan didekatkan oleh-Nya.

Kisah seorang muslimah yang sama sekali tidak suka berpacaran. Apakah jodohnya ada? Ya, ada. Lebih baik kita bertanya sebaliknya saja ya, apakah jodoh hanya datang lewat jalan pacaran saja? Tentu saja tidak.

Karena sungguh mengejutkan karena ia bertemu dengan jodohnya lantaran dikenalkan oleh teman kantornya. Jarak rumah antara dia dan jodohnya, kalau ditempuh dengan mobil bisa sampai delapan jam perjalanan. Bagaimana bisa dia yang tinggal di pesisir utara kok jodohnya ada di dekat pantai selatan? Itulah rahasia Allah Swt. Akhirnya mereka pun menikah.

Hijrah membuatmu dekat dengan Allah, tentu saja yang akan mendekat kepadamu adalah semua hal yang dekat dengan Allah.

Termasuk jodohmu. Justru berbahagialah ketika jodohmu masih ditahan oleh-Nya barang sebentar saja, lantaran Dia memang sedang membina hatinya, menyiapkan mentalnya, dan memampukan finansialnya. Sebab bila memang ridha Allah Swt yang kamu harapkan, tentu saja Allah akan memberikan kejutan dengan cara yang luar biasa—sama sekali tidak pernah kamu duga-duga.

Ada seorang muslimah yang tiba-tiba memutus pacarnya dan istiqamah berhijab. Tentu saja pacarnya, tetangganya dan orangtuanya sendiri kaget dengan perubahannya. Itulah hidayah Allah Swt, selalu mengejutkan. Lalu ia tergerak hatinya untuk bekerja agar bisa membantu orangtua, karena adik-adiknya masih sekolah.

Takdir Allah, di kantor—tempat ia bekerja—ia bertemu dengan jodohnya. Siapa sangka? Niat awal ia bekerja supaya meringankan beban keuangan orangtua, justru mendapatkan jodoh juga. Jodohnya senior di kantor tersebut.

Kemudian ia resign dari kantor itu, tinggal di rumah bersama anaknya yang baru saja lahir dan bersama orangtuanya, sedangkan nafkahnya tentu saja dari sang suami. Alhamdulillah sekali, kan?

Kalau memang dia jodohmu, dia akan berjodoh denganmu.

Jangan khawatir kalau kamu memang telah jatuh cinta dan menyayangi seseorang, tetapi sekarang harus pisah dulu lantaran kamu memutuskan untuk berhijrah. Tetaplah istiqamah dalam hijrahmu. Sebab hatinya adalah milik Allah Swt. Saat kamu patuh dan taat dengan aturan Allah, tentu saja kamu bisa berdoa kepada-Nya agar bisa dipertemukan dengannya melalui cara yang halal.

Apakah itu mungkin terjadi? Apa sih yang tidak mungkin bagi Allah Swt? Kalau Allah sudah menghendaki hal tersebut, tidak ada manusia yang bisa menghalangi lho. Tapi kalau Allah tidak meridhai, ya tidak ada orang yang mampu menjodohkan kalian. Maka memohonlah kepada Allah saja, tidak kepada yang lain.

Ketika berpisah dengannya, katakan saja dengan penuh keyakinan, “Aku berpisah denganmu karena ingin meraih ridha Allah. Maka kalau Allah ridha, tentu saja Dia akan mempertemukan kita lagi dengan cara-Nya yang halal.”

Dosa-dosamu lebih pantas untuk ditangisi, ketimbang menangisi jodoh yang tak kunjung datang.

Kenapa begitu? Boleh saja gelisah dan resah soal jodoh, tetapi sebagaimana rezeki dan maut, jodoh itu hanya Allah Swt yang tahu. Sedangkan yang kita tahu justru dosa-dosa kita. Setiap hari kita pasti tahu dosa apa yang sudah kita kerjakan. Ya, kan?

Maka sebaiknya kita menyibukkan diri dengan menangisi dosa-dosa itu. Sungguh, Allah sangat sayang kepada hamba-Nya yang meneteskan air mata lantaran memohon ampun atas dosa-dosanya. Nah, ketika Allah sudah begitu sayang kepada kita, saat itulah selipkan doa untuk urusan jodoh. Insyaallah doa itu akan dijawab oleh-Nya.

Maka PR kita setiap hari ialah apakah kita semakin disayang oleh Allah Swt? Karena bila Allah sudah sayang, tentu saja apa-apa yang terjadi pada diri kita tak lain adalah hadiah terbaik dari-Nya. Bahkan ketika kamu sudah melupakan soal jodoh itu, tiba-tiba saja kamu bertemu dengan seseorang yang akhirnya menikah denganmu.

Semua itu sangatlah mungkin terjadi. Bahwa kejutan dari Allah Swt selalu menggembirakan hati hamba-Nya yang beriman dan taat. Suatu saat nanti, ketika kamu sudah bertemu dengan jodohmu (menikah), pastilah kamu akan ingat dengan semua isi tulisan ini. Buktikan saja ya.

Oleh: Dwi Suwiknyo.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan