Kenapa Suka Ngantuk Saat Mendengar Khotbah Jumat?

Kenapa banyak jamaah yang mengantuk atau bahkan tertidur saat mendengar khotbah Jumat?

Pertama, jamaah lelah bekerja atau sekolah. Karena sebelum shalat Jumat, banyak yang aktivitasnya sampai mendekati waktu shalat Jumat. Sehingga, tidak ada waktu untuk istirahat. Jadilah istirahatnya sekalian di masjid.

Kedua, kekenyangan habis makan siang. Ada sebagian orang, setelah aktivitasnya selesai dan sebelum berangkat ke masjid, mereka makan siang terlebih dahulu, dengan alasan sudah lapar. Padahal hal itu mengakibatkan datangnya rasa kantuk yang berat. Karena biasanya, orang kalau sudah kekenyangan, pasti rasanya mengantuk dan ingin tidur. Apalagi ditambah capek setelah beraktivitas.

Ketiga, jamaah kurang tidur. Mungkin ada juga jamaah yang kerjanya part time. Terkadang masuk malam, terkadang juga masuk pagi. Hal ini menyebabkan stamina dan intensitas tidurnya berkurang/tidak teratur. Sehingga mudah mengantuk di mana saja, termasuk di masjid saat mendengarkan khotbah.

Keempat, adanya kipas angin/AC yang membuat suasana nyaman hingga mengakibatkan mengantuk. Sudah capek beraktivitas dan ada juga yang sudah makan, ditambah di masjid ada AC/kipas angin yang membuat nyaman sekali kalau tidur. Memang hal ini sudah menjadi kewajiban takmir masjid untuk memberikan fasilitas kepada jamaah. Tapi, hal ini bisa juga menyebabkan hal negatif yaitu ngantuk/tertidur.

Kelima, suara khatib yang lembut dan monoton. Seringnya bisa dijumpai di masjid-masjid yang ada di desa. Karena faktor usia khatib yang sudah tua, dan nadanya tidak pernah berubah. Datar saja.

Keenam, tema khotbah itu-itu saja. Tema tidak up to date. Temanya seputar amal shalih, sedekah, shalat, zakat, puasa dan haji. Tidak mengangkat masalah Islam tekrini yang membuat jamaah penasaran ingin tahu pandangan khatib terhadap masalah yang ada.

Ketujuh, khotbahnya terlalu panjang. Biasanya mereka yang terlalu pintar, atau yang sudah tua, tidak mau memperhatikan waktu. Yang penting keinginannya dalam menyampaikan materi dakwah tersampaikan semua. Atau memang karena khatib membaca semua materi khutbhanya yang ada di dalam buku khotbah, jadi wajib baginya membacanya sampai selesai.

Kedelapan, sudah menjadi kebiasaannya mengantuk. Mengantuk adalah sifat alamiah manusia. Namun, ada yang menjadikannya sebagai hobi/kesukaan. Jadi, hobinya mengantuk. Di mana-mana ia mengantuk. Terutama saat ada pengajian pasti mudah mengantuk. Bangun-bangun saat minuman atau makannya keluar. Biasanya duduk di dekat tiang, atau senderan tembok di paling belakang.

Kesembilan, adanya terpaksaaan karena kewajiban. Sehingga malas/tidak maksimal dalam mengerjakannya. Menganggap kalau ibadah shalat Jumat hanya sebagai pelepas kewajiban saja. Tidak sebagai kebutuhan untuk mendapatkan pahala/kasih sayang Allah.

Kesepuluh, lihat jamaah lain mengantuk, jadi ikut-ikutan mengantuk. Saat ada teman lainnya mengantuk, bisa membuat yang berada di sampingnya ikut-ikutan mengantuk. Jadilah mengantuk berjamaah.

Kesebelas, tidak ada larangan mengantuk di dalam masjid, hanya ada larangan berbicara saat khatib berkhotbah. Mungkin takmir masjid perlu ada inovasi untuk menuliskan kalimat himbauan dilarang mengantuk/tidur saat khatib sedang berkhotbah.

Keduabelas, godaan setan agar jamaah tidak mendapatkan ilmu dan petunjuk dari apa yang disampaikan oleh khatib. Karena itu adalah tugas dari setan sebagai penggoda manusia. Ada yang mau-mau saja digoda, ada juga yang melawannya. Sehingga saat mendengarkan khotbah, dan ia merasa mengantuk, ia lawan dengan sekuat tenaga agar tidak mengantuk, terlebir tertidur dan mendengkur. Naudzubillahi min dzalik.

Oleh: Kak Adin.

Tinggalkan Balasan