Manusia memang makhluk yang dinamis dan sangat mungkin berubah. Hari ini, dia mungkin baik dan terlihat penyayang, tapi suatu saat bisa khilaf dan melakukan kesalahan. Kadang, pada waktu yang tidak terduga, pikirannya bisa berubah karena alasan-alasan tertentu.

Ya, wajar sih, kalau di kemudian hari ada hal-hal mengejutkan dalam hubunganmu dengan orang lain. Misal saja, hubunganmu dengan mantan pacar. Apalagi kalau dia tiba-tiba menghubungi setelah cukup lama hilang lalu menunjukkan perhatian.

Beberapa waktu kemudian, dia menyatakan keinginan untuk kembali menjalani hari-hari dengan kamu. Galau nggak sih, rasanya? Tapi coba deh pertimbangkan beberapa hal ini:

Apa alasan kalian mengakhiri hubungan?

Ingat baik-baik apa yang membuat kalian mengakhiri hubungan. Sekecil apa pun alasannya, tentu itu tetap menjadi permasalahan. Apalagi sampai membuat kalian putus, berarti masalah itu tidak menemui solusi, kan?

Nah, sekarang kalau doi minta balikan artinya kamu perlu membuat semuanya terselesaikan dulu. Kalau tidak, bisa saja masalah itu akan terus menghantui. Sayang dong, kalau masih saja disandung dengan permasalahan yang sama.

Artinya, kalian buang-buang waktu. Jangan malu dan takut untuk membahasnya bersama mantan, siapa tahu dia memang datang kembali dengan membawa solusi. Kalau begitu kan, dia memang pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Tapi, yakinkan dulu hatimu, untuk apa balikan kalau tanpa niat untuk menjalin hubungan yang serius?

Sudahkah kamu memaafkan?

Kamu juga perlu memeriksa hatimu, sudah terbebaskah dari segala pilu? Kadang-kadang meskipun masih sayang, sakit hati masih nyaman bersarang. Entah karena terlalu sensitif atau memang kesalahan-kesalahan mantan di masa lalu sangat keterlaluan.

Apalagi perempuan, lebih mudah rapuh dan kadang logika terkalahkan oleh perasaan. Lebih-lebih, kalau dulu ada orang ketiga diantara kalian. Benar-benar sakit. Coba rasakan dalam-dalam, bisakah kamu memaafkan kesalahannya, baik yang menjadi sebab kalian putus atau kesalahan semasa menjalin hubungan spesial.

Kalau kamu yakin sudah tidak menyimpan rasa sakit hati itu, artinya kamu siap membuka lembar baru meski dengan orang yang masih sama.

Bagaimana hidupnya sekarang?

Penting sekali memastikan bahwa mantan sudah berubah. Tidak harus berubah drastis sih, setidaknya ada kebiasaan buruk yang sudah ditinggalkan atau sudah menghindari hal-hal buruk.

Merubah diri dan berusaha menunjukkan bahwa dia bersedia memperbaiki diri untuk masa depannya, mungkin juga demi kamu. Sekarang lebih mudah untuk kepo, kan? Ada akun sosial media yang cukup memberikan informasi buat kamu.

Lihat, siapa temannya sekarang, bagaimana aktivitas hariannya dan apakah bagaimana cara dia berinteraksi dengan lawan jenis di media sosial? Kalau ada yang mencurigakan, kamu bisa minta penjelasan.

Jangan malu kalau ketahuan kepo. Itu hak kamu kok, mencari tahu bagaimana perubahan-perubahan si mantan. Kalau mantan merasa keberatan di-kepo-in bisa jadi itu satu pertanda kalau dia tidak terbuka. Iya kan?

Kalau dia mau terbuka dan jujur, tentu dia tidak keberatan. Lagian, media sosial ini kan juga ruang publik, kamu boleh dong melihat-lihat aktivitasnya di sana.

Jangan terburu-buru mengambil keputusan

Kalau masih bimbang, sebaiknya jangan segera memberikan jawaban. Beri waktu untuk hatimu berdamai dengan semua masa lalu. Terbukalah untuk berdiskusi dengan mantan tentang masalah yang terjadi di masa lalu.

Kamu bisa juga tanyakan alasannya mengajakmu balikan karena itu bisa jadi pertimbangan. Jangan lupa meminta nasihat dari teman-teman dekatmu, terutama yang tahu bagaimana hubunganmu dengan mantan. Juga yang tahu bagaimana hidupmu pascaputus dengan sang mantan.

Mereka yang menjadi saksi, bagaimana kamu menjalani hidupmu. Mungkin mereka akan punya pertimbangan dari sudut pandang lain yang tidak bisa kita lihat dan rasakan. Katakan juga pada mantan, jika kamu perlu waktu untuk memberi jawaban.

Kalau dia serius mau balikan dan berniat memperbaiki hubungan, di waktu-waktu menunggu jawaban pasti terlihat bagaimana usahanya. Kamu bisa menilai seberapa serius dia memintamu kembali.

Bandingkan hidupmu sebelum dan sesudah putus

Poin ini juga penting karena kamu juga perlu meneliti dirimu sendiri. Ini salah satu pertimbangan yang wajib kalau kamu memang mendambakan hubungan yang berkualitas dan tidak sekadar main-main.

Coba evaluasi dirimu, lihat apa yang kamu dapat dari menjalani hubungan dengan mantan kala itu. Lalu ingat-ingat juga, setelah putus apakah kamu bisa bertahan dengan hal baik? Atau malah kamu memang merasa semakin baik ketika sendiri, belakangan ini.

Bandingkan deh, mana yang kebaikannya lebih banyak. Hubungan yang sehat tentu hubungan yang keburukannya kecil. Kalau kamu memang merasa hidupmu jadi lebih baik setelah putus, untuk apa kembali?

Jangan menerima hanya karena kamu merasa kesepian dan butuh teman

Kadang jomblo itu memang nggak enak, ya? Ke mana-mana kalau nggak ada teman yang bisa menemani ya, males deh pergi sendiri. Malam minggu nggak ada yang ke rumah, tapi kalau jalan-jalan keluar, macet.

Pergi ke tempat romantis nggak ada gandengan. Ya sudah deh, bisa jadi bahan ledekan juga sama teman-teman. Tapi jangan karena itu ya, kamu menerima ajakan mantan untuk balikan. Kasihan kalau mantan memang berniat serius, tapi kamu malah main-main dan memanfaatkan kesempatan hanya karena butuh teman atau pasangan.

Hubunganmu juga tidak sehat nanti, percuma. Malah itu bisa jadi masalah, lalu putus lagi. Kalau bisa memperbaiki sih, oke aja. Kalau malah jadi makin berantakan? Udah buang-buang waktu, nambah musuh pula. Jangan deh!

Pastikan kamu dan mantan, sama-sama sedang menjomblo

Sebetulnya, ini bisa jadi hal pertama yang patut dijadikan pertimbangan sih. Sebab, kalau tidak dipastikan dulu dan ternyata sudah ada orang lain yang masuk dalam hidup kalian, berarti akan ada pihak yang tersakiti. Kamu aja nggak mau sakit hati, kan?

Terus nih, kalau ketahuan ternyata mantan sudah berpacaran dengan orang lain tapi ngajak kamu balikan, berarti dia memang bukan orang baik. Blacklist aja deh, tipe manusia yang begitu.

Takutnya nanti, kalau kamu menerima dia lagi, hal yang sama terjadi ke kamu. Masih jadi pacarmu tapi nembak orang lain. Nggak mau, kan?

Nah, balikan sama mantan atau menjalin hubungan dengan orang baru itu pilihan. Tapi tetap jangan sembarangan diputuskan, bisa rugi nanti. Tapi boleh dicoba nih, kalau diajak balikan sama mantan, ajakin aja dia nikah sekalian.

Kalau dia siap, berarti dia orang baik. Iya dong, yang baik itu kan bukan ngajak pacaran tapi ngajak nikah. Itu baru yang namanya komitmen!

Oleh: Hapsari TM.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: