Masalah Jangan Dicari, Ketemu Masalah Jangan Lari

Kita sering merasa kecewa ketika apa yang diharapkan tidak terwujud atau kenyataan yang ada tidak seperti yang diinginkan. Kekecewaan timbul karena ia merasa sudah berusaha tetapi tidak bisa memperoleh rezeki yang kehendakinya.

Sudah bekerja keras tetapi usaha bangkrut.

Harta benda musnah untuk modal usaha tapi hasilnya jauh dari yang diharapkan. Merasa tak ada lagi yang bisa dilakukan sehingga yang ada hanya putus asa.

Dalam situasi tersebut, sebagian orang memilih untuk mengakhiri hidupnya. Dengan begitu ia tidak perlu menanggung rasa malu dari kegagalannya, dan merasa terlepas dari segala macam masalah dunia. Mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya kematian bukanlah ujung atau akhir dari masalah. Kematian hanya jalan untuk memasuki kehidupan yang baru dan di dalamnya segala perbuatan kita di dunia dipertanggungjawabkan.

Pikiran sempit soal kematian hanya dipikirkan oleh orang-orang yang tidak beriman.

Merekalah yang terpengaruh dengan bujukan-bujukan setan dan tidak mampu mengendalikannya. Sementara orang yang beriman tahu bentul bahwa di setiap masalah Allah telah menyediakan solusinya. Dengan masalah, kita sedang diuji oleh Allah. Apakah kita bersabar, pantang menyerah atau justru sebaliknya.

Dalam sebuah cuplikan film ada sebuah kata yang bagi saya sangat membekas yaitu katakan pada masalahmu: “Hai masalah besar aku masih punya Allah yang jauh lebih besar.”

Masalah adalah cara Allah untuk mendekatkan kita dengan-Nya.

Karena kita mempunyai Allah yang lebih besar dari segala-galanya, maka dengan pertolongan-Nya semuanya akan terselesaikan. Begitu juga soal rezeki. Serahkan semua kepada-Nya. Lakukan apa yang bisa kita lakukan dan yang tidak bisa kita lakukan biarlah Allah yang menyelesaikannya.

Saat merasa kekurangan, kesempitan, dan kelaparan adalah kesempatan kita untuk lebih dekat dengan Allah.

Karena saat itu kita tersadar bahwa manusia tidak punya daya apa pun. Hanya Dialah yang menetapkan segalanya. Berserah diri adalah solusi dari semua masalah. Dengan berserah diri maka Allah sendiri yang akan “turun tangan” menyelesaikan semuanya.

Allah Maha Penyayang dan jika kita mendapatkan ridha-Nya maka kita senantiasa akan mendapatkan pertolongan dari segala masalah. Seperti halnya kasih sayang orangtua pada anaknya. Orangtua tidak akan pernah tega melihat anaknya menderita dan susah. Jika orangtua melihat anaknya menderita, mereka bahkan rela dan ingin menggantikan penderitaan itu.

Begitulah kasih sayang orangtua. Sementara kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya jauh lebih besar dan berkali lipat dari kasih sayang orangtua terhadap anaknya.

Sesungguhnya segala masalah baik soal rezeki maupun yang lain adalah untuk kebaikan kita.

Seluruh kehidupan kita di dunia ini sudah diatur bahkan sebelum kita menjalaninya. Masalah yang kita hadapi sudah tertulis sebelum semua terjadi begitu juga dengan solusinya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

“Segala musibah yang terjadi di bumi atau yang menimpa dirimu, semua tercatat dalam kitab (pengetahuan Allah) sebelum Kami menciptakannya. Yang demikian itu bagi Allah sangat mudah.” (Q.S. Al-Hadîd [57]: 22)

Jangan pernah berputus asa dengan setiap masalah yang ada, terlebih berpikiran bahwa kematian adalah jalan keluarnya.

Buanglah jauh-jauh pikiran itu. Selama masih diberi kesempatan hidup, kita masih punya kesempatan untuk meminta pertolongan kepada-Nya.

Tapi ketika kematian menjemput kita tidak punya kesempatan lagi untuk meminta. Jelaslah bahwa masalah di dunia takkan pernah bisa terselesaikan dengan kematian.

Oleh: Rindang Nuri.

Tinggalkan Balasan