Mengapa Wanita Lebih Memilih Resign dari Kantor?

Kenapa seorang istri memilih keluar dari kantor dan menjadi ibu rumah tangga?

Pertama, sudah tercukupi secara finansial. Salah satu alasan kenapa wanita memilih untuk bekerja adalah karena masalah finansial. Entah itu masalah finansial yang menyangkut orang tua dan saudara kandungnya atau masalah finansial keluarga kecilnya yang baru berjalan.

Misalnya saja saat gaji sang suami tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, maka istri biasanya memutuskan untuk bekerja supaya bisa membantu keuangan keluarga. Nah, ketika penghasilan suami sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sekaligus masih ada kelebihan yang bisa ditabung, biasanya tidak jarang istri memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga.

Kedua, ingin mengurus rumah sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga. Terkadang beberapa istri memiliki sifat perfeksionis terhadap pekerjaan rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah hingga mengatur perabotan rumah tangga yang sebenarnya bisa dilakukan oleh asisten rumah tangga. Namun karena sifat perfeksionisnya, menyebabkan tidak puas dengan hasil kerja asisten rumah tangga dan bersikeras untuk mengerjakan ulang hal-hal tersebut.

Ketiga, tidak percaya dengan asisten rumah tangga. Banyaknya kejadian-kejadian tidak menyenangkan yang melibatkan asisten rumah tangga tentunya menjadikan seorang istri menjadi khawatir untuk meninggalkan rumah tanpa pengawasan. Terutama jika memiliki anak yang masih berusia balita. Memang bisa diatasi dengan memasang kamera pengawas yang bisa mengawasi kegiatan asisten rumah tangga selama ditinggal, namun tentunya saat sedang bekerja di kantor tidak bisa secara terus-menerus melihat gambaran kamera pengawas.

Keempat, program hamil. Setelah menikah, tentu yang paling ditunggu-tunggu adalah memiliki buah hati. Tidak jarang beberapa pasangan harus menunggu sedikit lebih lama dalam menanti buah hati. Ada banyak faktor yang menyebabkan pasangan suami istri belum memiliki buah hati. Salah satunya adalah karena kondisi fisik yang kurang prima karena terlalu lelah bekerja.

Jika faktor ini yang terjadi biasanya yang diharapkan untuk mengalah dan istirahat dari pekerjaan adalah istri. Karena biasanya pekerjaan istri tidak hanya di kantor, tapi ada juga pekerjaan lain di rumah yang harus diselesaikan setelah jam pulang kantor. Jadi untuk mengurangi faktor lelah, biasanya istri memilih untuk tidak bekerja.

Kelima, memiliki anak dan ingin mengasuhnya sendiri. Bagi pasangan yang membutuhkan waktu lama saat menanti buah hati, tentunya saat buah hati itu datang akan berupaya maksimal untuk merawat dan membesarkan buah hatinya. Seorang istri sekaligus ibu akan rela untuk meninggalkan pekerjaannya demi memiliki banyak waktu dengan buah hati yang sudah lama dinanti.

Keenam, menemani suami bertugas di tempat yang baru. Mungkin kalau pindah tugasnya masih di dalam negeri dan istri bisa mengajukan mutasi di daerah yang sama dengan suami, istri masih akan tetap memilih bekerja. Tapi jika pengajuan mutasi tidak bisa dilakukan karena suami pindah ke luar negeri atau di tempat yang baru  tidak ada kantor cabangnya, maka keluar dari pekerjaan adalah pilihan yang mungkin terbaik, dibandingkan harus tinggal berjauhan dengan suami. Karena LDR saat sudah menikah itu rasanya sedih.

Ketujuh, memiliki penghasilan dengan bekerja dari rumah. Karena zaman sekarang memiliki penghasilan tidak harus dengan bekerja di kantor. Tak jarang banyak orang, termasuk istri ataupun suami, yang bisa memiliki penghasilan dari luar kantor. Misalnya dengan menjadi pedagang, penulis, selebgram, influencer dan lain sebagainya. Kalau bisa tetap memiliki penghasilan tanpa harus meninggalkan anak-anak dan pekerjaan rumah tangga tetap bisa diurus sendiri, maka bekerja di kantorpun bisa ditinggalkan.

Kedelapan, ingin memiliki quality time lebih banyak dengan keluarga. Istri yang bekerja setiap hari terkadang memiliki sedikit waktu untuk berkumpul dengan keluarga, bahkan dengan suami. Setelah bekerja seharian, mulai jam 8 pagi hingga jam 5 sore, apalagi ditambah dengan kemacetan yang ada di jalan. Tentunya setelah tiba di rumah yang paling ingin dilakukan adalah istirahat dan tidur.

Menghemat pengeluaran keluarga. Saat istri dan suami sama-sama bekerja biasanya pengeluaran keluarga justru lebih banyak dibandingkan saat istri tidak bekerja. Seperti misalnya ada pengeluaran untuk asisten rumah tangga atau laundry, jasa day care untuk anak-anak, biaya untuk membeli makan setiap hari karena istri tidak sempat memasak dan lain-lain.

Kesembilan, drama asisten rumah tangga yang tidak kembali bekerja setelah mudik lebaran atau libur panjang. Sudah bukan rahasia lagi jika saat liburan panjang tiba dan asisten rumah tangga pulang ke rumah masing-masing, hal paling dikhawatirkan adalah tidak kembali bekerja. Biasanya dimulai dengan permohonan perpanjangan cuti mudik yang berakhir dengan tidak kembali bekerja dengan banyak alasan yang tidak diketahui kebenarannya. Hal ini tidak akan menjadi masalah jika pasangan suami istri belum memiliki buah hati, namun jika sudah memiliki buah hati maka akan menimbulkan kegalauan karena artinya harus mencari asisten rumah tangga yang baru dan mengajarinya dari awal lagi serta mencari daycare untuk sang anak

*Catatan: tulisan ini dibuat tidak untuk menyudutkan antara istri yang bekerja dan istri yang menjadi ibu rumah tangga, karena masing-masing adalah pilihan yang memiliki konsekuensi.

Oleh: Noriko Reza

Tinggalkan Balasan