Allah Swt menciptakan setiap makhluk dengan dibekali rezekinya masing-masing, bahkan sebelum mereka diciptakan.

Rezeki tersebut tidak akan pernah tertukar antara satu dengan yang lain. Tidak akan bertambah atau berkurang tanpa seizin-Nya. Dialah pemilik rezeki yang mampu mempermudah atau mempersulit rezeki seseorang.

Jaminan Allah tentang hal itu sudah tercantum dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Tidak ada satu makhluk pun yang akan terlewat dari nikmat dan rezeki-Nya.

Jika saat ini rezeki yang didapat belum sesuai dengan yang diharapkan, itu mungkin karena cara kita yang salah dalam memperoleh rezeki. Allah berhak memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan manusia tidak punya daya untuk menghalangi ketetapan-Nya.

Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dengan tidak terhitung jumlahnya.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 37).

Untuk memperoleh rezeki bukanlah hal yang susah asalkan cara yang kita tempuh benar. Yang menjadi pertanyaan adalah seperti apa cara yang benar tersebut. Menjemput rezeki adalah cara terbaik untuk memperoleh rezeki dari-Nya dengan mudah.

Menjemput rezeki jauh lebih mudah dibandingkan mencari rezeki.

Pengertian sederhana, jika kita menjemput sesuatu kita tahu persis di mana tempatnya dan apa yang harus dilakukan, sehingga kemungkinan besar akan membuahkan hasil. Adapun ketika mencari sesuatu kita tidak tahu persis di mana tempatnya, sehingga hanya kemungkinan kecil bisa membuahkan hasil.

Untuk semua contoh kasus termasuk rezeki menunjukkan bahwa menjemput lebih mudah dibandingkan mencari. Contoh sederhana menjemput orang dan mencari orang, tentu akan lebih mudah menjemput.

Pemilik rezeki hanya Allah dan tempat semua rezeki hanya di sisi Allah maka di sanalah kita akan menjemputnya. Mendekatkan diri kepada-Nya, melakukan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya adalah cara kita untuk menjemput rezeki.

Manusia diwajibkan untuk berikhtiar salah satunya dengan bekerja, namun yang berkuasa memberi rezeki hanya Allah semata.

Tanpa seizin Allah tidak ada yang bisa menjamin seseorang pasti mendapatkan rezeki melimpah meskipun sudah berusaha keras. Buktinya masih banyak fakir miskin di negara kita.

Kondisi mereka seperti itu bukan berarti mereka tidak segiat orang-orang yang hidupnya mewah. Justru kebanyakan mereka lebih giat bekerja membanting tulang siang dan malam.

Hal itu menunjukkan usaha bukan penentu utama rezeki karena hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak untuk memberi rezeki. Mencari rezeki dengan menghabiskan waktu untuk bekerja belum tentu membuahkan hasil jika Allah tidak meridhai.

Di samping bekerja yang merupakan kewajiban kita, hal yang jauh lebih penting adalah mendekatkan diri kepada Allah. 

Jika kita dekat dengan Allah apa yang kita minta akan dikabulkan-Nya. Seperti halnya jika kita dekat dengan seseorang misalnya keluarga, apa yang mereka minta pasti kita akan mengusahakannya.

Bahkan tanpa menunggu mereka meminta jika kita mampu pasti akan memberikan apa pun yang mereka butuhkan. Itu merupakan salah satu bentuk kasih sayang antar manusia, sementara kasih sayang Allah pada makhluknya jauh lebih besar.

Allah menjamin akan mencukupkan dan melimpahkan rezeki bagi siapa saja yang selalu dekat dengan-Nya.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur atas karunia-Ku, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu berlaku ingkar, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim [14]:  7).

Ada rezeki yang memang perlu kita jemput, seperti rezeki berupa harta, kekayaan dan kesuksesan.

Namun ada juga rezeki yang mendatangi kita di antaranya yaitu alam semesta, kesehatan, kesempatan waktu, dan ilmu. Rezeki tersebut patut kita syukuri karena dengannya kita bisa tetap hidup dan melakukan aktivitas. Dengan rezeki ilmu manusia juga bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan mudah.

Dengan bersyukur dan berdzikir selain menambah rezeki dan nikmat-Nya, Allah juga akan melipahkan pahala bagi siapa saja yang menjalankannya.

Bahkan kita bisa memperoleh keduanya tanpa membutuhkan tenaga karena berdzikir bisa dilakukan di dalam hati sembari bekerja, belajar ataupun ketika sedang beristirahat. Seperti itulah menjemput rezeki, selain begitu mudah juga penuh dengan berkah.

Allah juga menyediakan sarana bagi manusia untuk meminta apa pun yang menjadi hajat atau impiannya, salah satunya dengan shalat Tahajud. Bagi siapa saja yang menjalankan shalat Tahajud Allah akan mengabulkan segala permintaannya. Dan yang terpenting adalah meyakini janji Allah dengan sepenuh hati.

Karena ketetapan Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jika kita yakin dan berprasangka baik maka itulah yang akan terjadi.

Sudah terbukti bahwa dengan menjemput rezeki, apa yang menjadi impiannya bisa tercapai. Bahkan bisa mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak pernah diduga-duga.

Oleh: Rindang Nuri.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: