Passion Saja Tidak Cukup. Jangan Jadikan Hobimu Sebagai Pekerjaan

Lho serius, jangan buru-buru pengin hobi kamu jadi pekerjaan kalau kamu nggak tahu caranya.

Khawatirnya nih, kamu sudah bersemangat dan menghabiskan banyak tenaga dan waktu, eh tidak ada hasil yang memuaskan.

Apa hasil yang memuaskan itu? Uang.

Karena kebanyakan orang pengin mengubah hobi jadi uang. Lantas kalau belum berhasil, mereka mengutuk hobi dan berkata-kata:

“Apa ini, sial saja aku ini. Katanya bisa hasilkan uang, eh nggak dapat penghasilan malah uangku habis!”

Kok bisa begitu? Ya tadi, karena dia belum tahu caranya. Lantas gimana caranya bila hobi pengin diubah jadi sumber penghasilan?

Kamu harus tetap bahagia

Begini lho, selama kamu garap hobi itu ya harusnya tetap bahagia. Cuma faktanya, orang yang sudah kadung menganggap hobi sebagai pekerjaan, dia menjadi tegang. Akhirnya tidak nyaman waktu mengerjakan hobi atau pekerjaannya itu.

Tegang bisa jadi karena faktor adanya klien yang minta ini dan itu, atau juga tegang karena faktor internal kamu sendiri.

Misalnya saat kamu masih menekuninya sebagai hobi, kamu tidak punya jam kerja khusus. Sedangkan setelah menjadi pekerjaan, kamu tegang karena ada DL. Sehingga disiplin jam kerja membuat kamu stres. Akhirnya hasil kerjaan tidak maksimal.

Coba magang dulu, jangan langsung kerja sendirian

Biar kamu nggak kaget masuk dunia profesional, jangan langsung kerja sendirian. Ikutlah orang yang lebih ahli sesuai bidangmu dan magang dengan beliau.

Sori ya, meskipun kamu sudah jago banget di bidang kamu, tapi tetap saja di dunia kerja kamu masih baru. Jadi sependek pengalaman saya, kamu harus tahu diri. Karena memang ada bagian dari kerja profesional yang belum kamu tahu secara detail.

Nah, detail kerja itulah yang harus kamu pelajari saat magang. Bukan sekadar pelajari cara kerja, tetapi semua aspek yang menyangkut pekerjaan.

Seperti negosiasi dengan klien, mengatasi keluhan klien, membuat harga yang pantas, teknik menciptakan brand, dan lainnya.

Kamu harus totalitas, jangan kerja setengah hati

Begini lho, kamu punya bekal keterampilan atas hobi kamu, tapi jangan mudah puas dengan keterampilan yang kamu miliki itu.

Artinya kamu harus menjadi pribadi yang open mind, terbuka dengan hal baru, dan memang kamu kudu kreatif. Sayang kalau kamu menutup diri karena banyak ilmu yang seharusnya kamu kembangkan.

Katakanlah ikuti trend dan perbanyak diskusi dengan klien. Jangan merasa hebat sendiri sehingga kamu terjauhkan dari peluang baru.

Jadi lakukan yang terbaik dan kerjakan lebih baik dari yang klien minta. Kalau klien puas dengan hasil kerja kamu, biasanya mereka akan order ulang garapan kamu dan memberikan rekomendasi kepada teman-teman mereka. Order kerjaan pun bakal datang lagi, asyik kan?

Perluas jaringan, jangan menolak untuk berkomunitas

Betul, gabung saja di komunitas dan bertukar informasi di sana. Positifnya akan ada pekerjaan yang datang dari komunitas. Itu kalau kamu siap. Karena ada juga anggota komunitas yang cuma ikut kumpul tanpa mau ikut garap kerjaan. Sayang sekali kan ya?

Biasanya komunitas juga akan membawa kamu pada level yang lebih tinggi dan pergaulan lebih luas. Katakan selama ini kamu main di skala lokal, eh begitu main di komunitas, kamu jadi main skala nasional. Lumayan banget.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, kalau bersama komunitas kamu bisa jalan-jalan keluar negeri. Skala pergaulan naik lagi ke kelas internasional. Percaya saja, dengan berkomunitas, gerak kamu di bidang yang kamu geluti bisa lebih luwes dan cepat.

Coba ikuti lomba, itu ajang mengasah keterampilan dan menaikan branding

Apa iya? Beneran. Kalau kamu percaya diri kamu mampu, ikut lomba saja. Jangan tanggung, ikut lomba skala lokal, nasional, hingga internasional. Kalau mampu, kenapa tidak?

Selain nambah pengalaman, itu juga bisa nambah prestasi di profil kamu. Kalau menang. Kalau tidak menang? Kamu punya pengalaman yang pasti sangat berharga, ketimbang kamu tidak ikut apa-apa.

Setidaknya kamu tahu ukuran karya terbaik di bidangmu melalui lomba itu. Juara satu seperti apa sih? Kenapa dia menang? Apa penilaian juri? Dan lainnya. Semua informasi itu sangat berharga ke depannya. Jangan disia-siakan.

Beranilah garap proyek sendirian

Nah ini, kalau kamu sudah yakin bisa jalan sendiri, sudah selesai magang dan pernah kolaborasi dengan orang lain, saatnya mandiri.

Kerjakan pesanan klien meski nilainya kecil. Jangan langsung main pesanan besar. Supaya kamu terlatih untuk mengerjakan pekerjaan dengan skala waktu tertentu, dijadwal, dan sudah punya bekal dari magang untuk negosiasi harga jasamu.

Main per proyek sekali selesai, jangan buru-buru garapan sampai beberapa bulan. Kecuali kamu sudah yakin dan bisa mapan mengerjakannya, boleh kamu ambil proyek pengerjaan dari klien untuk beberapa bulan langsung. Sekali lagi, hanya kamu yang tahu kapasitas (kemampuan) kamu. Ya?

Oke, semua itu tahap awal ya. Semoga berikutnya bisa saya tulis lanjutannya. Bahwa untuk menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan bulanan itu tidak langsung berhasil lho. Tetap butuh tahapan-tahapan yang perlu dilewati semua orang. Anggap saja itu sebagai bumbu perjuangan.

Nah, sudah siap menjadikan hobimu sebagai sumber penghasilan? Atau kamu malah sudah berhasil? Yuk sharing di kolom komentar ya.

Oleh: Dwi Suwiknyo.

1 thought on “Passion Saja Tidak Cukup. Jangan Jadikan Hobimu Sebagai Pekerjaan”

Tinggalkan Balasan