Percayalah, Kalau Kamu Baik, Jodohmu Juga Orang Baik

Berbicara soal jodoh, memang seakan menjadi bahan yang tidak pernah basi. Terlebih buat kalian yang bertemu dengannya. Sebab jodoh merupakan rahasia Allah yang selalu berhasil membuat penasaran.

Topik tentang jodoh juga tidak pernah luput dari perbincangan. Karena apa? Karena nyatanya ada yang pacaran sampai delapan tahun, eh akhirnya tidak menikah. Bener-bener misteri, kan?

Karena jodoh adalah bagian dari kehidupan yang maha penting, tak sedikit orang yang khawatir tentangnya. Bahkan saat membaca coretan ini, mungkin kamu termasuk orang yang sedang harap-harap cemas.

“Akan seperti apakah jodohku kelak?”

“Siapakah dia?”

“Akankah dia orang yang baik atau sebaliknya?”

Tenang, kamu tidak perlu khawatir. Sebab bila kamu baik, jodohmu pasti baik. Kalau kamu masih saja khawatir, inilah cara untuk paling memungkinkan agar kamu mendapat jodoh yang baik:

Sebelum kamu menetapkan kriteria, lihat dulu dirimu

Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan jodoh yang baik ialah dengan melihat diri kamu sendiri. Sebelum menetapkan kriteria jodoh yang kamu inginkan, lihatlah dulu diri kamu.

Apakah kamu orang yang cukup baik, sehingga pantas mendapatkan pasangan yang baik? Apakah kamu berwajah cukup cantik untuk mendapatkan pasangan yang ganteng? Atau bisa juga sebaliknya. Ukur sejauh mana kualitas dirimu, baru tetapkan kriteria.

Kenapa harus demikian? Jawabannya simpel, agar kamu tidak kecewa. Sebab bila ternyata jodohmu tidak sesuai dengan harapan, kamu tidak bisa menyalahkan siapa pun.

Kamu perlu mengoreksi, mungkin harapanmu terlalu tinggi. Tidak sesuai dengan kapasitas dirimu sendiri. Kalau sudah kecewa, rasa cinta yang mungkin sudah tumbuh di antara kamu dengan pasanganmu kelak, bisa luntur secara perlahan. Kekecewaan yang terus menumpuk memang dapat menyebabkan cinta pergi dari hatimu.

Kebaikan harus selalu dimulai dari diri sendiri

Selain mengukur kapasitas diri, yang bisa kamu lakukan adalah mulai memperbaiki diri. Itu merupakan cara termudah agar kamu mendapatkan jodoh yang baik. Kebaikan hanya bisa terjadi bila kamu memulainya dari diri sendiri. Selanjutnya, cukup serahkan semua kepada Allah. Yakinlah kalau kamu baik, jodohmu pun baik.

Dengan satu syarat, kebaikan yang kamu lakukan semata-mata untuk mengharap ridho Allah. Bukan mengharap agar mendapatkan jodoh yang baik. Kalau kamu berusaha menjadi orang yang lebih baik hanya agar mendapat jodoh yang baik, maka niatmu sudah salah.

Artinya, niat untuk memperbaiki diri juga tidak boleh salah. Lagipula, kebaikan yang kamu perjuangkan juga tidak akan tertukar. Tanpa dimintanya diharap sekalipun, Allah pasti membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik pula.

Kamu tidak bisa mengatur orang lain. tapi kamu bisa mengatur dirimu sendiri

Mengapa kebaikan harus dimulai dari diri sendiri? Karena tidak ada orang yang benar-benar bisa mengatur atau memaksakan kehendak kepada orang lain. Hanya pada pola kehidupan sosial tertentu saja, seseorang bisa mengatur orang lain. Tapi sifatnya tidak mutlak.

Karena setiap orang memiliki kemampuan untuk melawan sebab perbedaan pemikiran. Kamu mungkin bisa menyuruh-nyuruh karyawanmu untuk melakukan sesuatu. Tapi itu sebatas hubungan kerja. Bahkan anak tidak selamanya patuh pada ucapan orang tua. Entah karena tidak ada kesadaran, atau karena perbedaan pemikiran.

Begitu pun kamu. Tidak bisa mengatur orang lain agar sesuai dengan harapan kamu. Kamu mungkin bisa meminta tolong, tetapi kamu tidak bisa memaksakan keinginan kamu. Yang bisa kamu lakukan ialah mengatur diri, agar menjadi pribadi yang sesuai dengan harapan kamu sendiri. Kalau dirimu sudah sesuai dengan harapanmu, insya Allah, jodohmu tidak jauh berbeda.

Idealis boleh, tapi jangan menuntut

Untuk kamu yang sudah bertemu jodoh, idealis soal kriteria pasanganmu boleh-boleh saja. Sebab itu pemikiran kamu. Tetapi kamu tidak bisa menuntut pasanganmu untuk mengubah segala yang ada pada dirinya. Sehingga sesuai dengan harapan kamu.

Ingat, hubunganmu salah satunya didasarkan pada cinta. Bukan cuma perjanjian. Jadi kamu tidak bisa menuntut dia agar sesuai dengan harapan kamu. Kamu tidak bisa menuntut dia mengubah semua kebiasaan buruknya.

Kalau kamu menuntut, dia akan merasa tidak nyaman. Kalau dia merasa tidak nyaman berada di sampingmu, dia akan pergi darimu. Kalau dia memiliki banyak kebiasaan buruk, kamu pun bukan manusia yang sempurna.

Daripada pusing memikirkan sifat buruk si dia, lebih baik fokus perbaiki diri

Meski kamu merasa pusing bila ternyata mendapatkan jodoh dengan segala sifat buruknya, perubahan bukan hal yang mustahil. Kembali lagi pada prinsip awal, kalau kamu baik, jodohmu pun baik.

Sebaliknya, kalau kamu tidak baik, jodohmu pun demikian. Mungkin Allah mengirimkan jodoh yang demikian, agar kamu bisa bercermin pada cermin yang tepat.

Daripada pusing memikirkan sifat buruk jodoh atau pasanganmu, lebih baik kamu mulai memperbaiki diri. Mungkin dengan kamu mulai berusaha menjadi yang terbaik untuk dia, dia bisa sadar. Sehingga berangkat dari kesadaran tersebut, dia juga berusaha memperbaiki diri. Mungkin dia juga akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu.

Nah, kalau kamu sudah berupaya menjadi pribadi lebih baik, yakin deh, jodohmu juga akan baik. Bahkan keburukan akan berubah menjadi kebaikan bagi orang yang sudah lama menikah sekalipun. Kuncinya ya terletak pada sejauh mana kamu berjuang menjadi pribadi terbaik untuk dia. Siap?

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan