Tips-Dasar-Agar-Kamu-Lancar-dalam-Tes-Toefl

Punya Impian Kuliah S2 di Luar Negeri, Tapi Stres Mikir Skor Toefl? Baca Dulu Tulisan Ini

Skor Toefl yang tinggi tidak asing lagi sebagai salah satu syarat penerima beasiswa di Luar Negeri. Dan tidak jarang diantara kita yang mengeluh dengan hal tersebut bahkan ada yang putus asa sebelum mencoba. Beberapa hari yang lalu aku mendapati pertanyaan dari salah satu anggota grup Scholarship Hunter.

“Kak, aku kurang banget nih di bidang bahasa inggris. Tapi untuk applay beasiswa S2 mewajibkan bisa bahasa inggris dengan tes toefl. Kan itu sulit!”

Aku mengernyitkan dahi, mengingat bahasa inggris ku juga yang terbilang minim dan perlu banyak belajar. Meski begitu, keinginan untuk lancar berbahasa inggris tak mungkin luntur dalam diri ini karena mimpi-mimpi yang begitu tinggi tak pernah menjauh dari bayanganku. Aku menjawab pertanyaan teman dengan begitu santai.

Jangan pernah kita ingin mencapai sesuatu dengan instan, Sahabat. Semua perlu perjuangan untuk mencapainya meski harus dimulai dari nol sekalipun. Untuk mendapat skor toefl bagus sesuai dengan target beasiswa yang kita tuju pun begitu. Kita harus perbanyak belajar dan praktik. Jangan asal dapat sertifikatnya saja tanpa belajar. Nah, langkah awal kita inilah yang perlu diluruskan.

Kita tak boleh terlalu berambisi untuk mencapai sesuatu dengan membenci prosesnya. Dalam artian kita harus suka dengan bahasa inggris terlebih dahulu. Kita harus luangkan waktu untuk belajar bahasa inggris. Practice more and more, don’t give up.

Suatu saat kita pasti akan merasakan kok betapa perih perjuangan ini dan betapa indah perjuangan ini secara bersamaan. Karena apa? Karena perlu keikhlasan di dalamnya.

Keep learning and growing. Kita bersama. Enggak sendiri. Ada Allah untuk kita.

Speechless ….

Teringat pengalaman pertamaku waktu belajar toefl kemarin. Bayangin deh, belum punya dasar dalam bahasa inggris dan berani masuk kelas toefl? Ah, ini memang menantang, tapi aku sendiri sudah berazam supaya bisa ikhlas menerima kenyataan, baik berupa materi yang masih asing atau bahkan hampir semua vocab yang belum aku ketahui artinya. Aku enggak malu bila dibilangin bodoh sekalipun. Toh bila malu, secara bersamaan artinya aku mengharap pujian, bukan?

Salah seorang mentor menanyaiku ketika ujian toefl baru saja usai.

“Mbak jurusannya apa?”

“Saya jurusan Bahasa dan Sastra Arab.”

“Lah, rencana mau lanjut kemana emang kalau jurusan bahasa Arab?”

“Yah, kemana saja!” jawabku yakin.

“Biasanya ya, Mbak. Teman-teman yang bisa kuliah ke Luar Negeri itu mereka yang mengambil jurusan bahasa Inggris atau mahasiswa Kelas Khusus Internasional. Karena mereka sudah punya dasar banyak dalam berbahasa Inggris.”

Mendengar ucapan itu pantaskah kita down atau bahkan terpuruk dan bergalau ria selama berhari-hari? No! Justru itu menjadi motivasi untuk diri kita. kalimat itu bukan berniat meremehkan. Akan tetapi menguji diri kita seberapa besar niat ini untuk mewujudkan mimpi.

Sahabat …, mungkin sebagian diantara kita mengalami hal demikian. Punya mimpi kuliah ke Luar Negeri, tetapi sudah mundur duluan karena bahasa inggris. Atau bisa jadi stres karena mikirin skor toefl yang enggak naik-naik. Jangan putus asa dulu, Sahabat. Coba tanya dalam diri sendiri, sudah seberapa jauh perjuangan kita untuk belajar bahasa inggris? Kalau masih secuil, ya jangan berharap hasil yang segunung.

Aku selalu teringat ungkapan salah seorang guru toefl yang tidak hanya berbagi ilmu bahasa inggris saja. Akan tetapi ilmu kehidupan dan deretan motivasi untuk para pemimpi. Beliau selalu mengulang ucapannya, “Orang yang bermimpi adalah mereka yang percaya bahwa mimpi itu akan nyata. Karena kita adalah permata.”

Okay, memang benar bahwa bahasa inggris adalah kunci utama kita untuk menggenggam dunia. Kuliah ke Luar Negeri manapun hampir semua memberi syarat lancar berbahasa inggris. Maka kita perlu memperhatikan hal-hal penting yang perlu kita lakukan meski terlihat remeh. Namun, jangan tinggalkan hal remeh itu karena mungkin ia akan mengantarkan kita untuk realitaskan mimpi-mimpi.

Mulai sekarang juga marilah kita luangkan waktu untuk belajar bahasa inggris. Meski hanya satu jam setiap hari tak masalaah. Asalkan bisa fokus dan istiqomah. Bila bisa lebih maka akan lebih baik. daripada kita targetkan dengan waktu yang banyak akan tetapi tidak istiqomah, kan? Misal satu minggu sekali. Parahnya lagi kalau sebulan sekali. Alasannya sibuk PPL-lah, KKN-Lah, Skripsi dan kesibukan lainnya.

Padahal, kalau kita merasa sibuk ini dan itu serta menunda sedikit saja kewajiban yang seharusnya kita lakukan, itu sama hal-nya kita menunda mimpi kita sendiri. Karena setiap takdir selalu menyimpan hikmah terindah. Apabila kita ingin takdir indah tersebut segera terwujud, maka jangan segan-segan untuk menguras waktu demi meraihnya. Dan pentingnya lagi jika kita bisa langsung belajar dari yang terbaik.

Hadirkan sifat tulus di setiap langkah kita. meski kita merasa kesulitan dalam proses belajar tersebut, jangan enggan untuk bertanya. Percayalah! Banyak orang hebat di sekiling kita yang tidak pelit ilmu.

Setelah proses belajar itu telah kita tekuni, tetaplah rendah hati. Karena kita tidak tahu, akankah keberuntungan selanjutnya sudah layak untuk kita atau bahkan sebaliknya. Ketika Allah memberi hadiah, ia tidak pandang siapa diri kita. maka luaskanlah rasa ikhlas terhadap-Nya. Yakin bahwa Allah selalu memberi ruang yang tepat terhadap semua hamba-hamba-Nya yang tak pernah berpaling dan putus asa.

So, siapkah sekarang kita ucapkan lantang setiap pagi kata-kata seperti ini. “Kuliah ke Luar Negeri dengan Skor Toefl tinggi? Siapa takut!”

Oleh: Sayyidatina A.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan