Rajin Shopping, Tapi Malas Sedekah? Simaklah Kisah Nyata Keajaiban Sedekah Ini

Kisah ini terjadi di daerah Klaten, Jawa Tengah.

Mungkin sudah ada yang pernah mendengar kisah Pak Kasan. Ia berprofesi sebagai tukang becak. Pak Kasan memiliki kebiasaan bersedekah yang jarang dilakukan orang.

Kebiasaanya itu adalah setiap hari jumat ia tidak memungut ongkos bagi siapa saja yang menaiki becaknya.

Begitulah amalan sedekah Pak Kasan. Pada suatu hari tepatnya di hari jumat ada wanita kaya yang menaiki becak Pak Kasan. Setelah sampai di tempat tujuan wanita kaya itu bertanya berapa ongkos becaknya.

Seperti hari-hari jumat biasanya, Pak Kasan tidak memungut biaya. Wanita itu heran dan penasaran dengan sikap Pak Kasan. Ia hanya tersenyum pada Pak Kasan.

Dalam hatinya ia masih penasaran dengan perilaku Pak Kasan. Ia berniat untuk menguji Pak Kasan. Di hari jumat berikutnya wanita itu kembali menaiki becak Pak Kasan. Namun kali ini tujuannya adalah ingin melihat rumah Pak Kasan.

Ia mengaku ingin berkenalan dengan keluarganya. Tanpa berpikir macam-macam Pak Kasan membawa wanita itu kerumahnya.

Setelah sampai di rumah Pak Kasan wanita itu sadar dengan keihklasan Pak Kasan bersedekah. Di sana ia bertemu dengan istri Pak Kasan yang sholehah dan anak-anaknya yang begitu baik. Wanita itu merasa begitu malu. Pak Kasan yang menurut pandangannya sangat miskin dibanding dirinya mampu bersedekah bahkan istiqomah melakukannya.

Ia merasa malu karena dirinya yang hidup bergelimang harta dan kemewahan tidak pernah memberi sedekah. Sementara Pak Kasan yang hidup sederhana bahkan serba kekurangan masih bisa terus bersedekah.

Wanita itu mengaku belum pernah bertemu orang seperti Pak Kasan. Kemudian wanita itu mengajak Pak Kasan sekeluarga untuk menunaikan ibadah haji bersama keluarganya. Wanita itu bermaksud ingin menaikkan haji Pak Kasan dan keluarganya.

Orang yang bersedekah seperti Pak Kasan berarti ia telah melakukan kebajikan yang sempurna. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 92).

Kisah Pak Kasan bukan satu-satunya. Banyak kisah-kisah lain seperti Pak Kasan. Kisah tersebut menunjukkan bahwa perbuatan yang dilakukan semata-mata karena Allah pasti akan mendatangkan keajaiban.

Dan itulah janji Allah. Dia akan membalas setiap kebaikan yang kita lakukan dengan balasan yang berlipat ganda, seperti firman Allah berikut ini:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinzaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S. Al-Hadîd [57]: 18).

***

Ada kisah menakjubkan lainnya dari amalan bersedekah. Ada seseorang yang sudah setahun lebih menderita koma. Dokter sudah tidak bisa melakukan apa pun.

Pihak rumah sakit hanya bisa membantu dengan memberikan alat pernapasan sampai menunggu ajal tiba. Namun terjadi sebuah keajaiban. Orang yang sudah lebih dari setahun koma itu tiba-tiba bangun. Ia bahkan bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Ia juga meminta perawat untuk melepas alat pernapasan.

Sang perawat sangat kaget dan tercengang. Pasien yang sudah lama terbujur tak berdaya sekarang tiba-tiba bangun. Bahkan berbicara dengannya untuk melepas alat pernapasan.

Perawat tersebut kemudian berlari untuk memanggil dokter. Dokter juga tidak kalah terkejutnya melihat pasien itu. Dan setelah dipriksa laki-laki itu sudah benar-benar sehat. Sungguh keajaiban dari Allah.

Istri dan anak-anaknya sangat bahagia melihat suami yang juga sang ayah sudah bisa bangun. Tetapi reaksi mereka tidak seperti perawat dan dokter yang begitu terkejut.

Sang dokter begitu penasaran. Terlebih melihat perilaku mereka sejak dulu ketika pasien itu belum sadar. Walaupun pasien sudah koma dalam waktu lama.

Keluarganya tetap menjenguknya 2 kali sehari. Padahal dokter menyarankan agar menjenguknya sekali seminggu saja.

Dokter menyarankan demikian karena memang pasien itu sudah tidak ada harapan lagi. Walaupun dijenguk dan ditunggu pasien itu tidak akan tahu.

Namun istri yang sholehah itu memiliki pemikiran yang berbeda. Ia menjawab saran dokter dengan,

Allahu Musta’an, Allahu Musta’an. Yang artinya hanya Allah yang dimintai pertolongan.

Setelah pasien itu sadar dokter benar-benar penasaran apa yang telah dilakukan istri dan anak-anaknya. Melihat dokter yang begitu penasaran bahkan sampai bersumpah demi Allah maka wanita itu menjawab pertanyaan dokter.

Alasan ia selalu mengunjungi suaminya adalah untuk menenangkan dan mendoakannya. Setelah itu ia dan anak-anaknya bertemu dengan fakir miskin untuk bersedekah. Hal itu dilakukan dengan maksud untuk mendekatkan diri pada Allah dan untuk kesembuhan suaminya.

Ia tidak begitu terkejut dengan kesadaran suaminya karena ia yakin bahwa Allah pasti akan membantunya. Ia yakin suatu hari nanti ia akan melihat suaminya terbangun. Suatu hari ketika ia dan anak-anaknya datang, ia akan melihat suaminya sedang duduk menunggu mereka.

Dan semua keyakinannya itu menjadi kenyataan. Ia meyakini sabda Rasulullah yang mengatakan sedekah bisa menjadi sebuah obat.

“Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah.” (HR Baihaqi).

Dalam hadits lain juga disebutkan:

“Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (H.R. Ath-Thabrani).

Sesungguhnya apa yang kita keluarkan untuk sedekah akan kemabali pada diri kita sendiri. Banyak firman Allah dan hadits Nabi menyebutkan hal itu. Itu semua untuk meyakinkan kita. Dan Allah sudah memberikan bukti melalui keajaiban-keajaiban-Nya.

Oleh: Rindang Nuri.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan