Rumus Sukses ala Founder Facebook

Kamu pasti tahu Facebook, kan? Jejaring nomor satu di dunia. Kamu sudah tahu belum, siapa perancang Facebook?

Situs ini didirikan oleh mahasiswa Harvard University, Marx Elliot Zuckerberg bersama teman sekelasnya, Dustin Moskovit, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes. Ia membuat situs bernama Facebook pada tahun 2004. Eh, jangan-jangan selama ini kamu cuma pake doang, belum tahu penemunya ya? Hehe …

Sebelum jauh menjelajah sejarah berdirinya, penulis sajikan dulu biografi singkat Mark Zuckerberg. Anak kedua dari 4 bersaudara dari pasutri Karen dan Edward Zuckerberg ini dilahirkan di kota New York pada tahun 1984. Ia dibesarkan di kota tersebut. Dalam riwayat hidupnya, memang sejak kecil dia suka mengoprasikan komputer dan belajar membuat beragam program di komputer.

Pada tahun kedua kuliah di Harvard, tepatnya malam hari, Mark Zuckerberg meretas data mahasiswa Harvard dan memasukkanya ke dalam website yang ia buat. Website itu diberi nama Facemash. Beberapa foto teman-temannya terpampang di sana. Menariknya, di foto-foto itu ia memberikan kalimat yang meminta pengunjug website tersebut agar menentukan foto paling seksi di antara foto-foto yang ada.

Dari ulahnya tersebut, Mark Zuckerberg disidang oleh pihak Harvard. Pasalnya, munculnya website ini dapat melumpuhkan jaringan internet di lingkungan Harvard. Kejadian itu membuat pihak Harvard sedikit resah. Dalam sidangnya, Mark Zuckerberg mendapat tuduhan telah mencuri data mahasiswa lain.

Karena sadar akan kesalahan yang dilakukan, dia segera minta maaf kepada mahsiswa yang masuk perangkap websitenya. Dia tidak berhenti di situ. Karena ulahnya diperkarakan, Mark Zuckerberg membuat website baru yang diberi nama Facebook. Website ini diluncurkan dari kamar asramanya.

Sebenarnya Facebook ini merupakan pengembangan dari Facemash. Fungsi dari Facebook ini sebagaimana hari ini, yaitu sebagai situs jejaring sosial yang mempermudah user untuk komunikasi dengan user lain.

Suksesnya menciptakan Facebook hingga bisa diguakan oleh kita hari ini, tentu ada hal yang mungkin belum kita ketahui. Kalau boleh dikata, Mark Zuckerberg memiliki rumus sukses untuk meraih semua itu.

Mulailah bermimpi

Dari sekian banyak orang yang sukses, tentu mimpi menjadi salah satu modalnya. Ya, begitu pun dengan Mark Zuckerberg. Munculnya Facebook yang dibuatnya berangkat dari mimpinya untuk menyediakan wadah bagi rekan-rekanya agar mudah berkomunikasi. Dari situ, Mark Zuckerberg membuat website bernama Facebook. Hingga pada akhirnya, mimpi itu menjadi nyata. Terbukti, hasil kreativitasnya bisa digunakan dan bermanfaat sampai saat ini.

Mulai dari hal kecil

Hal apa pun, untuk menjadi besar dan luar biasa memang perlu dimulai dari hal kecil. Karena dari hal kecil kita bisa belajar hingga bisa mengembangkannnya menjadi lebih besar. Begitu pun Mark Zuckerberg. Ia membuat produk sosial media bernama Facebook itu, dulunya hanya untuk ruang lingkup Universitas Harvard. Tahap demi tahap, dengan penuh totalitas, ia dapat mengembangkannya. Yang dulunya Facebook hanya bisa dijangkau oleh mahasiswa dan civitas akademika kampusnya saja, kini Facebook mendunia.  

Ikuti passion 

Setiap orang pasti memiliki kesukaan akan sesuatu. Dalam kata lain, suka itu bisa kita artikan gairah. Ya, dalam melakukan sesuatu, baiknya kita mengikuti gairah. Tanpa gairah yang ada dalam diri kita, tentu kita tidak akan maksimal dan totalitas dalam mengerjakannya.

Bagi Mark Zuckerberg, mengotak-atik komputer memang terbawa sejak ia menyukai segala hal tentang komputer itu sendiri. Kesukaan itu kemudian dikembangkan menjadi hobi, bahkan kini menjadi jalan bisnisnya.  

Tidak takut gagal

Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kalimat bijak itu sering kita dengar. Jika hari ini gagal, cobalah kesokan harinya. Gagal lagi, coba lagi. Teruslah nikmati kegagalan itu dengan cara mengambil pelajaran darinya.

Dari situ, jangan pernah takut untuk gagal. Karena pada hakikatnya, kegagalan adalah pelajaran yang terlihat menyedihkan namun memiliki rasa manis. Tanpa kegagalan, kita tidak akan melakukan introspeksi diri dan mendapatkan ilmu baru atas apa yang sudah kita lakukan.

Tekun dan fokus

Yang namanya belajar dan bekerja, kita memerlukan ketekunan. Sekalipun kita belajar dalam waktu yang panjang, tanpa ketekunan, hasilnya tidak seberapa. Sebenarnya, ketekunan ini bisa kita kaitkan dengan keuletan dan kehati-hatian dalam melakukan sesuatu. Keuletan itu tentu dibarengi dengan ilmu yang pas dalam melakukan sesuatu.

Hmmm. Tapi jangan lupa, selain ketekunan, kita harus fokus dalam melangkah. Jika memang sudah memiliki kecederungan pada bidang tertentu, kamu harus pelajari ilmunya, belajar dari pengalaman orang lain, dan belajarlah dari kesalahan sebelumnya. Dengan begitu, kamu akan ulet, fokus serta mengerjakannya dengan optimal.

Percaya diri

Percayalah, bahwa kamu mampu melakukan sesuatu dengan baik. Inilah yang disebut percaya diri. Kalau bercermin pada Mark Zuckerberg, tanpa rasa percaya diri yang tertanam, mungkin Facebook ini tidak bisa dinikmati kita hari ini.

Ia percaya bahwa, apa yang diupayakannya bisa tercapai. Ya, walaupun banyak hambatan yang menghadang. Tapi ia tetap percaya, bahwa ia mampu melakukannya. Buktinya, karyanya kini bisa digunakan oleh masyarakat dunia. Lantas sekarang, impian apa yang akan kamu wujudkan?

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan