Sekarang Masih Menganggur? Jangan Bersedih.

Tahun 2016, aku lulus SMK Jurusan Pemasaran, dan ingin melanjutkan kerja. Aku memiliki impian pingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusanku, dan memilik gaji UMR untuk menambah ekonomi keluarga. Untuk Jurusan Pemasaran banyak sekali pekerjaan yang sesuai dengannya, namun lebih banyak di sebuah swalayan, seperti supermarket, minimarket, dsb.

Untuk bekerja di sebuah swalayan, diperlukan syarat tertentu, semacam, tinggi badan, berpenampilan menarik, kecakapan dalam berbicara, mampu bersosial dengan dengan baik, dsb. Melihat syarat yang tercantum, membuatku tidak percaya diri, dengan tinggi badan, dan berpenampilan menarik, karena aku memiliki tinggi badan yang termasuk pendek, dan biasanya dalam berpenampilan menarik itu berarti cantik dan berdandan, sedangkan wajahku biasa saja, dan aku belum bisa berdandan. Hal itu selalu saja menjadi alasanku untuk tidak mendaftar di sebuah swalayan.

Sempat kuberpikir, “Apakah keinginanku berlebihan? Mungkinkah aku berandai-andai terlalu tinggi? Ya, sepertinya jawabannya benar.” Akhirnya aku mulai mengabaikan keinginanku.

Aku mencari perkerjaan yang sekiranya aku masuk dalam syarat tersebut. Alhamdulillah aku diterima bekerja di home industri, meskipun penghasilanku jauh dari UMR, tapi aku bersyukur mendapatkannya, pikirku daripada menjadi pengangguran yang tidak memiliki penghasilan. Karena situasi, dan kondisi di tempat kerja yang membuatku tidak nyaman berada di situ, akhirnya aku memutuskan untuk resign dari pekerjaan.

Suatu hari aku ke sekolah mencari loker, dan bersilaturrahim dengan teman, dan guru-guru. Saat bersama teman-temanku, kami bercerita tentang pekerjaan kami masing-masing. Temanku ada yang bekerja di supermarket, mendengarnya bercerita, membuatku mengingat apa yang aku inginkan.

Kemudian aku bertemu guru favoritku, Bu Nina, beliau menanyakan kabarku, dan bertanya, “Sekarang bekerja di mana mbak?”

Aku tersenyum malu kepadanya, dan berkata, “Lagi ga kerja bu, masih cari loker yang pas.”

“Belum kerja ga papa, mungkin belum rezekinya, yang penting jangan putus asa, tetap berusaha, dan selalu berdoa, Insyaa Allah dapat. Semuanya itu ada masanya sendiri-sendiri.” kata Bu Nina sambil tersenyum.

Setelah mengobrol banyak hal, aku berpamitan kepada beliau untuk pulang. Sesampainya di rumah aku terngiang ucapan Bu Nina, hal itu membuat semangatku semakin membara, “Tidak ada yang tidak mungkin, setiap yang Allah ciptakan pasti tidak ada yang sia-sia, ya mungkin aku lemah di fisik, tapi aku memiliki kelebihan yang lainnya, Allah itu maha baik, dan semuanya memiliki masanya sendiri, aku pasti bisa.”

Aku mendaftar ke sana ke mari untuk mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan. Bismillah, aku tetap optimis.

Namun cukup lama aku menganggur, tapi aku tetap optimis, “Jangan suudzon, harus husnudzon.” Setiap saat aku panjatkan doa kepada yang maha kuasa, “Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim, Engkau maha pemurah, dan maha penyayang, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau yang mengetahui apa yang diinginkan hambamu, Engkau tahu apa yang aku inginkan, Engkau tahu apa yang ada di dalam hati, dan pikiranku, Engkau mengetahuiku lebih dari diriku sendiri, Ya Robb, izinkan aku mendapatkan apa yang ku inginkan, izinkan aku meraihnya, ridhoilah diriku Ya Allah, Aamiin.”

Aku terus mencari, dan mendaftar ke tempat-tempat yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Alhamdulillah aku panjatkan kehadirat Allah swt, aku mendapatkan panggilan interview di sebuah toko.

Ketika aku interview, aku sempat pesimis, melihat dua orang yang menginterview, tinggi-tinggi, yang satu cantik, yang satu tampan. Aku takut mereka menilai dari fisik, namun aku berusaha percaya diri, dan optimis, “Allah itu Maha Baik”, dan alhamdulillah Ya Allah aku diterima.

Aku memiliki pimpinan yang adil, dan baik hati serta aku memiliki partner kerja yang baik pula. Aku merasa, nyaman dan senang bekerja di tempat ini.

Kini aku mendapatkan apa yang aku inginkan, meskipun sempat aku melupakannya, namun aku kembali ingat tidak ada yang tidak mungkin, aku memiliki Allah, Tuhan yang menguasai bumi, dan langit, beserta isinya, Allah yang tak akan membuat hamba-Nya menangis, Allah yang memahamiku lebih dari siapa pun, Allah yang selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya, dan aku percaya Allah itu Maha Baik.

Oleh: Tanpa Nama.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan