Soal Jodoh, Ikuti Orang Tua atau Nyari Sendiri?

Ilustrasi dari Find Some One.

Sekaya apa pun kita, sesukses apa pun kita, tak berarti apa-apa tanpa kehadiran orang lain. Mau punya mobil dan rumah mewah, kalau tidak memiliki seseorang yang berarti, beberapa orang kemudian tidak memiliki alasan kuat untuk hidup.

Hal itu menunjukkan bahwa tidak ada satupun manusia yang bisa hidup tanpa orang lain, khususnya pasangan. Kalau sudah mengenal yang namanya cinta, hasrat untuk segera bertemu jodoh itu terus menguat. Berbicara soal jodoh, pasti ada yang lagi bingung nih. Mau mencari sendiri, menunggu, atau mengikuti saran orang tua alias dijodohkan? Semua cara tersebut benar kok. Asal waktu dan kondisinya tepat.

Kamu masih membangun kualitas diri, nikmati saja kesendirianmu

Kalau kamu masih merasa belum siap menikah, itu artinya kamu belum saatnya bertemu jodohmu. Mungkin kamu sedang sibuk belajar, bekerja atau aktif di organisasi sosial. Bila kamu berada dalam kondisi ini, penulis sarankan tidak perlu sibuk berpikir soal jodoh. Jangan habiskan waktumu dengan menduga-duga atau menjalani hubungan yang tidak pasti semacam pacaran. Fokuslah dengan dirimu sendiri. Cari ilmu seluas mungkin. Cari teman dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Bekerja keraslah agar bisa hidup mandiri.

Selain untuk investasi hidup jangka panjang, semua proses tersebut harus kamu nikmati selagi masih sendiri. Saat kamu menikah nanti, kamu tidak akan memiliki waktu banyak untuk melakukan itu semua. Saat kamu berada di fase membangun kualitas diri, semua waktumu adalah milikmu. Kamu bebas menggunakannya untuk hal-hal positif. Akan ada saatnya kamu harus membagi waktu untuk diri sendiri, keluarga, teman dan lingkungan sosial sekitar kamu. Namun sebelum saat itu tiba, berusahalah untuk menjadi pribadi terbaik.

Saat kamu merasa sudah siap tapi merasa waktunya belum pas, tunggu saja

Kemudian akan tiba waktu diri kamu merasa sudah siap menikah. Saat tiba masa kamu merasa sudah siap tetapi keadaan di sekitarmu belum memungkinkan, kamu hanya perlu menunggu. Tunggu saja jodohmu. Pertahankan apa yang sudah kamu miliki, bila perlu ttingkatkan. Agar kualitas dirimu menjadi semakin baik.

Perihal menunggu, memang terasa tidak enak. Apalagi soal jodoh memang selalu mampu membuat siapa pun merasa penasaran. Tapi bila kamu tetap bersabar, menunggumu adalah ibadah. Menunggu juga pas dilakukan oleh kamu yang tidak berani memulai terlebih dahulu. Sebab Allah selalu memiliki cara unik untuk mempertemukan dua orang yang bahkan sebelumnya tidak saling mengenal.

Bila merasa waktunya sudah pas, mungkin kamu perlu sedikit usaha

Ini berlaku untuk kamu yang mulai semakin penasaran perihal siapa jodohmu. Tentunya kamu sudah dalam kondisi siap menikah. Juga cocok dilakukan oleh kamu yang memiliki keberanian untuk memulai terlebih dahulu. Ada orang yang bilang, jodoh itu di tangan Tuhan. Tapi tetap harus diusahakan. Dalam budaya Indonesia, yang mencari jodoh biasanya kaum laki-laki. Sedangkan kaum perempuan cenderung lebih pasif dengan menunggu atau dicarikan.

Sebetulnya siapa pun dapat berupaya sebisanya untuk bertemu jodohnya. Tidak peduli dia laki-laki atau perempuan. Yang terpenting niat dan caranya benar. Kalau kamu merasa canggung, usaha nyata yang bisa kamu lakukan ialah memperluas pergaulan. Bersikaplah terbuka dalam bersosial. Namun tetap harus ada prinsip batasan tertentu sesuai tuntunan Islam. Jodoh tidak akan menghampiri begitu saja kalau kamu mengurung diri dan enggan membuka hati.

Sudah ada tekanan dari orang tua? Tidak ada salahnya mengikuti saran mereka

Salah satu pihak yang biasanya paling khawatir soal jodoh ialah orang tua. Ya. Mereka yang menjadi sebab keberadaanmu di dunia dan telah merawatmu hingga dewasa. Sampai kamu dewasa pun, mereka pasti tetap menganggapmu anak-anak yang selalu perlu diayomi. Apalagi untuk urusan jodoh. Mereka lah yang paling nyinyir saat kamu memasuki usia ideal menikah, tapi tak kunjung memiliki calon.

Hal ini wajar. Sebab seperti itulah memang orang tua yang begitu menyayangi anaknya. Ketika mereka mulai khawatir, sedangkan usahamu untuk seda bertemu jodoh tidak kunjung menemui hasil, tidak ada salahnya mengikuti saran mereka. Toh meskipun kamu mencari atau bertemu sendiri dengan calon jodohmu, tetaplah harus melalui restu dari mereka. Ikuti saja apa kemauan dan perkataan orang tua. Yakinlah bahwa orang tua akan tetap memberikan yang terbaik untuk anaknya, meski kadang tindakan mereka itu salah. Setidaknya niat mereka itu dalam rangka untuk memberikan yang terbaik untuk kamu. Jadi sebelum kamu memutuskan berlabuh di hati yang mana, prioritaskan saran atau pertimbangan orang tua.

Sudah tidak bingung lagi kan, harus diam saja, menunggu, mencarinya atau mengikuti saran orang tua? Intinya, kamu yang akan menjalani kehidupan berumah tangga. Jadi kamulah pembuat keputusan utama, tentu dengan tidak mengabaikan saran dari orang tua. Oke?

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan