Sudah, Jangan Pusing Soal Usia dan Jodohmu

Dalam dunia kesehatan, usia ideal menikah untuk laki-laki ialah 25 tahun. Sedangkan usia ideal menikah seorang perempuan ialah 22 tahun. Kurang atau lebih dari itu, pakar medis tidak merekomendasikan.

Pada sebagian orang dan kelompok masyarakat, usia pernikahan kadang selalu menjadi bahan yang sering dipermasalahkan. Belum lagi bila dikaitkan dengan peraturan pemerintah atau undang-undang. Menikah terlalu dini harus ada izin tertulis dari orang tua. Sudah cukup usia tetapi tidak kunjung menikah, menjadi bahan tertawaan atau bullying.

Menikah dengan orang yang usianya sangat timpang, atau tidak lumrah, juga menjadi perbincangan masyarakat. Pokoknya kalau sudah berkaitan dengan persepsi masyarakat, memang tidak ditemukan salah-benarnya. Terlepas dari itu semua, siapa pun berhak menikah. Tidak harus berusia 25 atau 23 tahun. Inilah alasan mengapa usia bukan patokan mutlak untuk menjemput jodoh alias menikah:

Usia bukan patokan kedewasaan seseorang

Kemampuan berpikir dan menangani masalah pada diri seseorang tidak ditentukan sepenuhnya oleh usia. Ilmu, pengalaman dan pergaulan juga sangat menentukan proses pendewasaan seseorang. Semakin banyak pengalaman, ujian dan getir-manisnya hidup yang kamu jalani, semakin kamu bisa berpikir dewasa.

Mungkin secara kognitif seseorang belum tahu banyak hal. Tapi tidak menutup kemungkinan, kedewasaan seseorang di usia 19 tahun jauh lebih matang dibandingkan mereka yang berusia 25 tahun. Semua tergantung proses yang dialami dan kemampuan belajar dari proses kehidupan tersebut.

Ukuran seseorang boleh menikah itu mampu, bukan usia

Adakah satu hadis atau ayat yang secara eksplisit menjelaskan tentang batas usia pernikahan ideal? Tidak ada bukan. Yang penting sudah baligh, mampu memberi nafkah bagi yang laki-laki. Kalau sekiranya masih bisa menahan nafsu, pernikahan boleh ditunda.

Namun bila sekiranya tidak bisa menahan nafsu dan berpotensi terjerumus pada perzinahan, pernikahan harus disegerakan. Itulah patokan utama pernikahan boleh dilakukan sebagaimana anjuran dalam Islam. Jadi selama kamu mampu menjalani, menikahlah.

Tak sedikit orang yang sudah mapan dan siap menikah di usia muda

Di era modern, banyak orang yang sudah mapan secara finansial sejak masih muda. Pemikirannya pun cenderung dewasa dan lepas dari ciri remaja, apalagi kekanak-kanakan. Orang dengan ciri seperti ini sebenarnya sudah matang untuk menikah.

Dalam hukum syari’at, menikah baginya sudah disunnahkan. Kalau sebelum usia ideal saja sudah siap menikah, untuk apa ditunda? Islam tidak menganjurkan kita untuk menunda-nunda perkara baik, apalagi soal jodoh.

Menikah itu perintah syariat yang paling menyenangkan

Diakui atau tidak, pernikahan merupakan bagian dari keindahan Islam. Makanya menanti jodoh menjadi momen yang begitu mendebarkan, penuh perjuangan, dan terkadang bikin galau. Daripada berlarut-larut dalam kegalauan, lebih baik segera temukan jodohmu lalu menikah.

Rasa penasaran akan segera sirna berganti kebahagiaan. Sebagai bagian dari keindahan ajaran Islam, pernikahan tidak hanya bisa dilakukan oleh orang yang berada di usia ideal. Baik orang yang lebih muda ataupun yang lebih tua, sama-sama berhak menjalani ibadah dengan menikah.

Kenyamanan tetap bisa dirasakan oleh pasangan dengan usia jauh berbeda sekalipun

Poin ini tak kalah penting. Sebab tak sedikit orang yang mempermasalahkan pasangan yang memiliki perbedaan usia yang jauh. Entah itu jauh lebih tua suami, atau lebih tua istri. Jangan terikat dengan stigma yang berada di masyarakat bahwa orang menikah seharusnya berusia tidak beda tipis. Dan harusnya lebih tua si suami. Banyak kok pasangan suami-istri yang suaminya jauh lebih tua, atau sebaliknya. Contohnya ialah Rasulullah saw dengan Ibunda Khadijah. Nabi Yusuf dengan Ibunda Zulaikha.

Kalau artis kekinian, kamu bisa lihat pasangan Dude-Alissya. Faktanya banyak orang menikah dengan usia yang terpaut jauh. Sebab syarat menjadi pasangan tidak harus seumuran. Tidak harus lebih tua suami daripada istri. Yang penting keduanya sama-sama merasa cocok dan nyaman meski perbedaan usia cukup jauh.

Itulah alasan mengapa kamu tidak harus mencapai atau berada di usia ideal untuk menikah. Sebab jodoh Allah swt yang mengatur, pemerintah pun tidak tahu apakah kamu akan dipertemukan dengan jodoh sebelum usia ideal atau tidak. Atau mungkin kamu bisa saja baru bertemu jodoh saat usiamu sudah memasuki 40 tahun?

Tulisan ini tidak bermaksud menafikan pendapat pakar kesehatan dan psikologi. Tetapi kalau memang sudah siap secara mental untuk menikah, kenapa harus ditunda? Kalau pun sudah mencapai usia ideal menikah tapi belum siap, untuk apa terburu-buru. Ya kan?

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan