Ilustrasi dari Kompasiana

Tips Menulis Cerpen Bagi Pemula Banget

Cerpen adalah karya tulis yang mengangkat sebuah cerita nyata maupun cerita yang berdasarkan imajinasi saja. Cerpen memiliki makna serta pesan yang amat mendalam bagi pembacanya. Meski cerpen bukanlah cerita yang memiliki jumlah kata dan halaman yang panjang layaknya buku atau novel, akan tetapi cerpen memiliki daya tarik yang tinggi.

Bagi sebagian orang tidak begitu tertarik dengan cerita yang memiliki jumlah halaman yang panjang, mereka akan lebih memilih membaca cerpen yang jumlah halamannya tidak terlalu banyak. Meski cerpen memiliki jumlah kata dan halaman yang cenderung sedikit, tapi itu semua tidak mengurangi makna dari isi ceritanya. Lantas bagaimana cara menulis cerpen bagi pemula?

Punya ide

Langkah ini mengasumsikan bahwa kita telah memiliki ide gagasan yang akan dituangkan ke dalam cerpen yang akan kita tulis. Namun, jika kita masih saja mencari ide dan gagasan untuk menulis cerpen, maka kita bisa melakukan refreshing lebih dahulu agar mendapatkan gambaran untuk ide cerpennya.

Menentukan tema

Jangan pernah berharap membuat cerpen seindah hubungan Romeo dan Juliet, berharaplah yang sederhana dulu dengan menuliskan tema yang kita kuasai. Tema sendiri adalah rangkuman dari isi cerita yang akan kita tuliskan, sehingga cerita tersebut menjadi fokus dan bisa dipahami, sehingga tidak terlalu lebar jalan ceritanya.

Tentukan judul

Judul dalam cerpen adalah hal terpenting dalam menarik perhatian pembaca. Kita dapat memberikan judul sesuai dengan tema atau isi cerpen. Upayakanlah dalam menulis judul cerpen mengandung unsur yang menarik, keingintahuan yang tinggi, sehingga dengan timbulnya rasa penasaran bagi pembaca akan memungkinkan banyaknya pembaca yang tertarik dengan cerpen yang kita tulis.

Menentukan tokoh

Sangatlah sulit bagi seorang pemula mencari tokoh yang sesuai. Karena terkadang kurang cocok antara cerita dengan tokohnya. Caranya, kita bisa susun dulu nama, karakter, umur, fisiknya, dan lain sebagainya.

Jangan bersusah payah menemukan karakter tokoh untuk cerpen. Contoh simple saja, jika kita ingin membuat cerpen tentang asmara, jadikan saja teman sekelas kita untuk tokoh pasangan kita atau yang lain. Mudah kan?

Menciptakan konflik

Konflik memang menjadi suatu yang sangat dibutuhkan dalam pengerjaan cerpen. Karena dari konflik itulah cerita dapat berjalan dengan sempurna. Dari setiap konflik yang ada tentu saja akan memiliki solusi terhadap permasalahan yang ada. Penyelesaian konflik itulah yang akan menghidupkan cerpen yang kita tulis.

Menentukan latar

Latar atau tempat dalam cerita, hendaklah harus sesuai dengan tema cerita yang akan kita angkat. Karena latar akan memberikan gambaran yang sangat besar terhadap cerita yang kita tuliskan. Selaraskanlah latar dengan tema yang kita pilih, karena latar sangat mendukung akan kehidupan dari cerita yang akan kita tulis.

Menentukan tujuan

Menentukan sebuah tujuan dalam cerpen merupakan elemen penting yang harus dipikirkan dengan matang. Karena sebuah karangan cerita tidak mungkin dibuat tanpa adanya tujuan. Berdasarkan tema yang sudah kita tetapkan tadi, kita lebih mudah untuk menetapkan tujuan cerpen yang kita tulis. Tujuan dari menulis cerpen dapat berupa hiburan, inspiratif atau pembelajaran berharga.

Menulis awal cerita dalam satu waktu

Dalam menulis sebuah cerpen itu kita menulis apa adanya yang terjadi pada diri kita, teman kita, atau tetangga sekitar dan orang lain yang dapat menghasilkan ide cerita agar mengalir begitu saja tanpa beban.

Jangan terlalu banyak petimbangan tentang ide-ide yang lain yang hanya akan membuat sulit langkah pertama kita. Dan bisa diingat ketika kita mulai menulis dasar cerpen, pastikan menuliskan dalam satu waktu saja, jangan besok-besok atau nanti. Sekali menulis langsung hajar saja, selesaikan.

Menulis paragraf pertama yang menarik

Dalam menyiapkan suatu tulisan untuk sebuah cerpen, setidaknya kita menyiapkan langkah awal yang mungkin menegangkan, maksudnya yaitu, kita sebagai penulis harus bisa memberikan satu hal yang menarik pembaca pada awal tulisan. Paragraf pertama mempunyai kekuatan besar untuk menarik minat pembaca. Dan paragraf selanjutnya adalah liku-liku alur sebuah cerpen.

Banyak belajar dan merevisi

Jangan pernah takut salah. Ada kalanya cerita kita itu butuh beberapa kali perbaikan sebelum layak dibaca oleh pembaca. Masa perbaikan itu bisa menjadikan sarana kita untuk belajar yang sangat efektif. Terkadang cerita yang bagus itu membutuhkan revisi puluhan kali sampai akhirnya sampai kepada pembaca.

Berkreasi dan berkarya

Tak ada masalah bagi kita untuk menghayalkan tentang putri yang sangat cantik dan pangeran yang sangat tampan di atas awan sana. Siapa yang melarang untuk kita berimajinasi untuk menemukan ide-ide yang berharga? Memang kalau di dalam cerita kita ada adegan pembunuhan, kita akan kena sangsi? Tidak kan? Maka boleh-boleh saja berkhayal dan menuangkan khayalan itu ke dalam cerpen kita.

Niat, usaha, dan tawakal

Semua yang bagus berawal dari niat yang bagus dan usaha yang bagus. Bila ternyata tidak bagus, lapangkan dada kita untuk bersabar dan ikhlas menerima kenyataan. Karena pada nyatanya seluruh keindahan dan bagus tidaknya itu bersumber dari Dia Yang Kuasa. Termasuk cerpen, kita selalu memohon agar dimudahkan dalam kita menulis cerpennya.

Sebagai penulis pemula tentu saja kita harus lebih giat untuk belajar. Untuk menjadi penulis cerpen yang profesional bukanlah hal yang dapat dicapai secara instan seperti membuat mie rebus, hehehe. Nikmatilah setiap prosesnya dan perbanyak membaca cerpen para penulis andal. Selamat berkarya ya!

Oleh: Tim Trenlis, dikutip dari beberapa sumber.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan