Wahai Muslimah, Kenapa Kamu Masih Enggan Berhijab?

Eh, apa masih ada muslimah yang suka pakai jilbab lalu tiba-tiba membukanya begitu saja? Kadang pakai, kadang nggak. Atau kemarin pakai, sekarang ogah lagi. Kenapa sih banyak muslimah yang masih enggan berjilbab?

Pertama, belum punya jilbab, baju panjang, dan rok panjang. Wah, kalau perempuan biasanya punya walaupun satu. Nabung buat beli, ini kan aset juga. Malahan aset sampai akhirat, lho. Jatah jajan dikurangi, hehe.

Kedua, belum ada niat, belum siap lahir dan batin. Kalau yang ini, waduh. Ayolah, jangan nunggu siap lahir batin. Kalau sampai mati belum siap juga, gimana? Padahal kan perempuan Islam itu wajib pakai jilbab. Gak percaya? Tanya deh sama ustazah.

Ketiga, tidak boleh oleh orangtua. Selama tujuan kita baik, pasti akan ada jalan biarpun rintangan menghadang. Cieee …. Begitu juga orangtua, mungkin awalnya mereka akan menolak. Tapi lama-lama pasti akan sadar juga. Siapa tahu ibu bisa ikut pakai juga. Alhamdulillah.

Keempat, takut ditertawakan teman-teman. Kenapa takut? Kita kan enggak pakai kostum badut. Hee, peace. Kalau udah yakin, dan kita nyaman pakai jilbab, insya Allah  akan tumbuh rasa percaya diri.

Kelima, takut terkucil dari pergaulan. Kalau memang pergaulan yang baik, tentunya mendukung dong, bukan malah mengucilkan. Biarin aja. Masih banyak teman yang mau menerima kita kok. Justru malah dapat yang lebih baik dari sebelumnya. Yang tentunya mendorong kita untuk selalu berada jalan yang diridhai-Nya.

Keenam, jilbab hati dulu. Hati kok dijilbabpi? Dari raga dulu pakai jilbab. Karena seiring waktu berjalan, tingkah dan sikap akan mengikutinya. Yang awalnya terlihat asal-asalan, makin lama akan memperhatikan penampilan. Begitu juga dengan tutur kata dan perbuatan. Masa kita pakai jilbab, makan sambil berdiri. Kan malu.

Ketujuh, terlihat tidak cantik. Cantik itu relatif. Kecantikan yang sejati terletak dalam jiwa, bukan fisik. Justru kalau kita pakai jilbab, akan terlihat lebih cantik dan anggun. Kenapa? Karena bagi laki-laki beriman, wajah serta tubuh yang tidak tertutupi merupakan penyebab dosa. Iya, dosa pada matanya. Oleh sebab itu, dianjurkan dalam Al-Qur’an, agar setiap laki-laki muslim hendaknya menundukkan pandangan.

Kedelapan, ribet jika melakukan aktivitas. Enggak juga. Mungkin belum terbiasa. Tapi coba deh dibiasain. Kalau memang sudah berjilbab, alangkah baiknya hindari memakai pakaian yang ketat-ketat. Percuma dong, udah niat mau pakai jilbab, tapi masih pamer aurat dan lekuk tubuh.

Kesembilan, tidak kuat dengan hawa yang panas. Banyak kok jilbab maupun pakaian yang berasal dari bahan yang adem. Kan bisa menyerap keringat. Kalau dingin gimana? Ya malah enak, kan? Hayo ….

Kesepuluh, pakai jilbab kadang-kadang, biasanya kalau mau pergi saja. Wahhh, kenapa kadang-kadang? Sayang pahalanya, loh. Di rumah juga perlu, kan kalau bukan mahram, kita nggak boleh menampakkan aurat.

Kesebelas, takut tidak ada cowok yang naksir. Wow, takut nggak laku, ya? Hehe. Nyantai aja. Jodoh sudah ada yang ngatur. Justru kalau kita berjilbab, pasti penilaian laki-laki tentang kita akan berbeda dibanding mereka yang nggak pakai. Coba deh, mana yang kamu pilih makanan di pinggir jalan, yang dibungkus atau yang terbuka? Tentu yang dibungkus, kan? Kalau yang terbuka, wah udah dipegang-pegang orang tuh. Hee …

Keduabelas, susah dapat kerja. Kata siapa? Banyak, kok  … toko, kantor yang memperbolehkan karyawatinya pakai jilbab. Malah ada yang mengharuskan. Tenang aja, rezeki nggak ke mana.

Ketigabelas, nunggu punya suami. Lha? Kalau laki-laki yang ditaksir maunya perempuan yang berjilbab, gimana? Berarti kita harus pakai jilbab dulu, gitu? Enggak adil, deh. Hai, sahabat muslimah … pakai jilbab itu udah perintah Allah, jadi kita pakainya juga harus niat karena Allah. Okey?

Keempatbelas, malu, pakai jilbab terlihat enggak gaul. Lihat di televisi, banyak artis yang mulai pakai jilbab. Nyatanya oke-oke aja tuh. Kenapa harus gaul, sih? Kita yang merasakan nanti. Bukan mereka. Malu itu kalau aurat yang seharusnya ditutupi, eh … malah diumbar-umbar.

Kelimabelas, takut tidak istiqamah. Buang jauh-jauh rasa takut. Perbanyak doa agar kita senantiasa diberi kemudahan dalam melaksanakan niat. Bismillah. Kalian pasti bisa!

Jadi, tunggu apalagi?

Oleh: Lila Sulis

Tinggalkan Balasan