Waspadalah, Inilah 17 Cara “Setan” Menjerumuskanmu

Setan adalah musuh yang nyata bagi kamu.

Sejak awal penciptaan manusia, iblis sudah memusuhi manusia secara terang-terangan di hadapan Allah Swt. Bahkan karena kesombongan dan sifat permusuhannya, iblis beserta seluruh keturunannya rela masuk neraka asal diberi kesempatan menggoda manusia pada keburukan.

Sebagai manusia, kita tidak bisa menghindari itu. Namun demikian, hanya orang yang memberikan jalan kepada setan yang bisa dibawa pada kesesatan.

Secara khusus tentang setan, Abdul Hamid Al-Bilali menulis sebuah buku berharga berjudul “Al-Bayanu fi Madakhilisy Syaithan”. Yang kemudian diterjemahkan oleh Abdul Rokhim Mukti dengan judul “Dari Mana Masuknya Setan”.

Buku ini memberikan penjabaran yang luas tentang setan berikut godannya kepada manusia. Yang paling inti dari buku  ini ialah 17 jalan masuknya setan:

Anjuran Kepada Keburukan

Sudah menjadi pekerjaan setan menganjurkan manusia kepada keburukan. Ada manusia yang menyadari kalau itu sebuah keburukan, tetapi tetap melakukannya.

Ada juga yang melapisi keburukan tersebut dengan kebaikan. Sehingga mendapat pembenaran atas keburukan yang dilakukan. Hal ini sebagaimana terjadi kepada Nabi Adam dan Hawa. Sudah jelas itu dilarang Allah, tapi setan menghasutnya dengan iming-iming kebaikan.

Lalai Memohon Pertolongan Allah Swt

Ketika kita lalai dari mengingat Allah, di situlah setan masuk. Ketika kita lupa memohon pertolongan Allah bahkan meski hanya sedetik dalam 24 jam, itu dapat menjadi jalan bagi setan untuk terus melalaikan kita. Ketika sudah lalai, godaan untuk berbuat keburukan pun akan datang.

Setia Kepada Setan

Kebatilan yang terus terjadi di muka bumi ini tak lain disebabkan kesetiaan sebagian manusia kepada setan. Melalui orang-orang yang setia kepada setan inilah, orang lain dapat terbawa arus keburukan.

Sedangkan orang yang beriman akan menyadari, kalau seiring kemajuan yang dibawa oleh orang-orang yang setia kepada setan ini, akan menipiskan iman bila tidak disertai benteng yang kuat.

Inspirasi Semu

Setan memberikan inspirasi semu bahwa alam akhirat itu tidak nyata. Sehingga menyebabkan manusia tidak merasa takut, bahkan begitu berani berbuat maksiat.

Menyesatkan

Setiap detik, setan tidak pernah berhenti bekerja untuk menyesatkan manusia. Caranya ialah dengan membisikkan keburukan sehingga mematikan akal dan hati. Ini merupakan pintu yang paling sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Inspirasi Kepada Perdebatan

Perdebatan merupakan salah satu sumber pertikaian dalam kehidupan sosial. Perdebatan menyebabkan hubungan baik menjadi buruk. Timbul buruk sangka, serta merasa diri paling benar. Sedangkan pendapat orang lain semuanya salah.

Mengharamkan yang Dihalalkan Allah Swt

Mengharamkan apa yang sudah Allah halalkan merupakan salah satu bentuk mempersulit diri. Dan ini tidak dibenarkan dalam syari’at. Seperti orang yang berpuasa nasi setiap hari selama berbulan-bulan. Ini salah satu bentuk godaan setan, ketika kita berniat ibadah, tetapi malah menyiksa diri sendiri.

Putus Asa

Setan mudah sekali masuk pada diri orang yang putus asa. Setan dapat merasuk, menyebabkan orang berburuk sangka kepada Allah. Bahkan dapat membuat orang mengakhiri hidupnya.

Provokasi

Setan juga senantiasa memprovokasi agar manusia lalai dari mengingat Allah. Sehingga terjerumus kepada kesesatan dan keburukan.

Partisipasi

Melalui jalan ini, setan membuat manusia terlibat dalam keburukan secara tidak langsung. Semisal melindungi koruptor karena ia keluarga atau teman. Membuat kita menginfakkan harta di jalan batil.

Merusak Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga adalah unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat. Bila hubungan keluarga rusak, setan mudah sekali merusak tatanan di masyarakat. Karena dalam keluargalah, pendidikan dimulai dan ibadah kepada Allah terjaga.

Kemarahan

Bila sedang marah, kita selalu dianjurkan untuk berusaha mengendalikan diri. Karena dalam keadaan marah, setan mudah sekali mengendalikan kita. Bila tidak berusaha mengendalikan diri, setan yang akan mengendalikan kita. Menghancurkan serta menjerumuskan kita dengan kemarahan tersebut.

Tenggelam dalam Senda Gurau

Senda gurau yang berlebihan sebetulnya juga menjadi salah satu pintu masuk setan. Sebab dalam senda gurau, orang akan lupa diri. Lupa dari mengingat Allah Swt.

Berbisik-bisik

Bila kita sedang bertiga, atau berada dalam sebuah perkumpulan, hindari berbisk-bisik. Karena berbisik-bisik dapat menimbulkan perasaan tidak enak pada salah satu orang dalam perkumpulan tersebut. Bila perasaan tidak enak muncul, buruk sangka akan mengikuti. Yang terjadi selanjutnya ialah konflik sosial.

Buruk Sangka

Buruk sangka merupakan salah satu bentuk hasutan setan ke dalam hati manusia. Penyakit buruk sangka ini dapat menjadi senjata ampuh bagi setan untuk menimbulkan rasa dengki dan permusuhan.

Ghibah, Gunjingan dan Umpatan

Ghibah ialah berbicara keburukan orang lain di belakang orang tersebut. Gunjingan ialah membicarakan keburukan prang lain di depan orang tersebut dengan maksud menyindir atau menghina.

Sedangkan umpatan ialah memaki atau berucap kepada orang lain dengan kata-kata kasar dan tidak pantas berdasarkan kebiasaan sosial. Semua itu setan jadikan jalan untuk mengadu domba di antara manusia.

Mencari Cela Orang Lain yang Menyamar Sebagai Bentuk Nahi Mungkar

Kadang secara tidak sadar kita membicarakan keburukan orang lain. Kemudian diikuti kata-kata ‘bukan hendak ghibah, hanya biar dijadikan pembelajaran saja’.

Hal itu tetap sama-sama jalan masuk setan yang begitu samar. Karena hakikatnya hal itu merupakan sebuah keburukan. Tidak bisa kita mencari pembenaran atas keburukan tersebut.

Nah, itulah 17 jalan atau pintu masuk setan dalam menggoda manusia demi menjerumuskan manusia dalam dosa. Kemudian mengajak kita manusia menjadi teman abadi setan di neraka. Na’udzubillah.

Semoga kita senantiasa mawas diri. Sehingga segera tersadar ketika jalan masuknya setan ini mulai terbuka, kita segera berusaha menutupnya rapat-rapat.

Oleh: Gafur Abdullah.

Referensi: Abdul Hamid Al-Bilali, Dari Mana Masukanya Setan, Gema Insani, 2005.

Tinggalkan Balasan